Inovasi Sosial PEP Prabumulih, Atasi Sampah dan Angkat Ekonomi Masyarakat

Kamis, 09 Desember 2021 - 18:25 WIB
Dia menjelaskan, Pesat dilatarbelakangi timbunan sampah di Kota Prabumulih yang mencapai 34.097,21 ton per tahun. Sebanyak 67% di antaranya merupakan sampah yang tidak terolah atau dibakar. Dengan sampah sebanyak itu, TPA Prabumulih diperkirakan akan over capacity pada 2023.

"Dengan program Pak Dalang, kami bisa mengolah 466,06 ton sa,pah anorganik. Dan kami juga bisa mengklaim bahwa program ini bisa meningkatkan pendapatan pemulung hingga 200%," ujarnya.

Sementara melalui Program Sarah, lanjut dia, ibu-ibu di Majasari mampu memanfaatkan kulit nanas untuk diolah menjadi minuman probiotik. Selain itu, mengolah ampas tahu menjadi makanan yang bernilai gizi dan menjadi oleh-oleh khas dari Prabumulih.

Kontribusi program tersebut diakui oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Prabumulih Dwi Koryana. Dia mengatakan, dengan mengembangkan program Pesat ini diharapkan ada pengurangan sampah kota hingga 30% di 2025. Dia menambahkan, Keberhasilan program Pak Dalang ini menjadikan Prabumulih satu-satunya kota di Sumatera yang dapat dana insentif daerah. Bahkan, kata dia, Romdoni sebagai local hero di balik program ini berhasil meraih penghargaan Kalpataru.

Romdoni, sang local hero, mengungkapkan kiprahnya dalam pengelolaan sampah dimulai pada 2008. Dirinya yang saat itu masih menjadi petani karet beralih menggeluti pengelolaan sampah ketika harga karet turun drastis. "Di Prabumulih banyak penggiat sampah, sampah umum yang banyak dikenal orang yang diabaikan dianggap tidak ada nilai ekonominya," ujarnya.

Romdoni pun tergerak belajar mengolah sampah hingga Malang dan ikut dalam Asosiasi Pengusaha Daur Ulang Plastik Indonesia untuk menimba ilmu mengolah sampah plastik. Sampai akhirnya Pemerintah Kota Prabumulih memperhatikan apa yang dilakukannya dan diminta untuk membantu pengelolaan sampah di Prabumulih. "Pertamina Prabumulih Field lalu ikut gabung dan terciptalah program Pak Dalang," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!