Efektif Dongkrak Bisnis, MotionBanking: UMKM Perlu Manfaatkan Digitalisasi Keuangan
Jum'at, 10 Desember 2021 - 09:19 WIB
MotionBanking memberikan fasilitas bagi masyarakat yang ingin memulai menabung. Foto/Ist
JAKARTA - Kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda Tanah Air membuat banyak pelaku UMKM kesulitan finansial hingga harus gulung tikar dalam menjalankan usahanya. Melihat hal tersebut, digitalisasi terhadap sistem keuangan dan transaksi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengembangkan bisnis di tengah situasi pandemi.
Baca juga: UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021: Mengusung UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, jumlah UMKM yang sudah onboarding ke dalam ekosistem digital mencapai 15,9 juta atau 24,9% dari total pelaku UMKM yang sekitar 65 juta unit. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi, yaitu hanya 8 juta UMKM yang sudah go digital.
Katadata Insight Center pada tahun 2020 mencatat mayoritas UMKM yang telah terhubung ke layanan digital masih berfokus pada aspek penjualan, yakni 60,2% memasarkan produk di media sosial, 54,4% mempromosikan barang dan jasa, dan 34% memasarkan lewat marketplace.
Namun, digitalisasi tidak hanya mencakup aspek penjualan. Pembukuan, tabungan, perencanaan, investasi, dan aspek-aspek lainnya dalam berbisnis juga harus diadaptasi oleh para pelaku UMKM di Indonesia.
Baca juga: UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021: Mengusung UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, jumlah UMKM yang sudah onboarding ke dalam ekosistem digital mencapai 15,9 juta atau 24,9% dari total pelaku UMKM yang sekitar 65 juta unit. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi, yaitu hanya 8 juta UMKM yang sudah go digital.
Katadata Insight Center pada tahun 2020 mencatat mayoritas UMKM yang telah terhubung ke layanan digital masih berfokus pada aspek penjualan, yakni 60,2% memasarkan produk di media sosial, 54,4% mempromosikan barang dan jasa, dan 34% memasarkan lewat marketplace.
Namun, digitalisasi tidak hanya mencakup aspek penjualan. Pembukuan, tabungan, perencanaan, investasi, dan aspek-aspek lainnya dalam berbisnis juga harus diadaptasi oleh para pelaku UMKM di Indonesia.
Lihat Juga :