Hilirisasi dalam Industri Kelapa Sawit Sudah Berjalan, Ini Buktinya
Senin, 13 Desember 2021 - 13:34 WIB
Ketua Bidang Komunikasi Gapki, Tofan Mahdi memaparkan, ekspor dalam bentuk CPO kecil sekali. Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah yang menekankan soal hilirisasi. Foto/Dok
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( Gapki ) menerangkan, saat ini komposisi ekspor minyak sawit Indonesia sebesar 76% sudah dalam bentuk olahan sawit. Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah yang menekankan soal hilirisasi. Termasuk komoditas sawit untuk meningkatkan nilai tambah ekspor, mengingat komoditas ini menjadi andalan ekspor Indonesia.
Baca Juga: Ramalan 2022: Produksi Minyak Sawit Indonesia dan Malaysia Bakal Meningkat
Ketua Bidang Komunikasi Gapki, Tofan Mahdi memaparkan, hingga September 2021, total produksi sawit Indonesia mencapai 38,14 juta ton. Dari total produksi tersebut, ekspor sawit Indonesia sampai September 2021 mencapai 25,67 juta ton. Adapun komposisi ekspor dalam bentuk sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sampai September 2021 hanya sebesar 2,2 juta ton.
"Jadi ekspor dalam bentuk CPO kecil sekali. Sebagian 19,2 juta ton itu sudah dalam bentuk olahan CPO atau sudah dalam bentuk setengah jadi," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (13/12/2021).
Menurut dia, hilirisasi dalam industri kelapa sawit sudah berjalan. Hal ini terbukti dari ekspor yang lebih mendominasi produk setengah jadi.
"Itu sudah sangat baik karena kita tidak lagi mengandalkan pada produk minyak sawit mentah. Ini yang kemudian menjadi bahan diskusi kita bersama pelaku usaha, apakah hilirisasi yang didorong terus oleh pemerintah ini akan sampai pada produk akhir? Kalau produk akhir kita harus bersaing dengan produsen yang sudah sangat menguasai pasar dunia," ungkapnya.
Baca Juga: Ramalan 2022: Produksi Minyak Sawit Indonesia dan Malaysia Bakal Meningkat
Ketua Bidang Komunikasi Gapki, Tofan Mahdi memaparkan, hingga September 2021, total produksi sawit Indonesia mencapai 38,14 juta ton. Dari total produksi tersebut, ekspor sawit Indonesia sampai September 2021 mencapai 25,67 juta ton. Adapun komposisi ekspor dalam bentuk sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sampai September 2021 hanya sebesar 2,2 juta ton.
"Jadi ekspor dalam bentuk CPO kecil sekali. Sebagian 19,2 juta ton itu sudah dalam bentuk olahan CPO atau sudah dalam bentuk setengah jadi," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (13/12/2021).
Menurut dia, hilirisasi dalam industri kelapa sawit sudah berjalan. Hal ini terbukti dari ekspor yang lebih mendominasi produk setengah jadi.
"Itu sudah sangat baik karena kita tidak lagi mengandalkan pada produk minyak sawit mentah. Ini yang kemudian menjadi bahan diskusi kita bersama pelaku usaha, apakah hilirisasi yang didorong terus oleh pemerintah ini akan sampai pada produk akhir? Kalau produk akhir kita harus bersaing dengan produsen yang sudah sangat menguasai pasar dunia," ungkapnya.
Lihat Juga :