Wall Street Kompak Ambruk, Khawatir Tersengat Omicron dan Menanti Pertemuan The Fed

Rabu, 15 Desember 2021 - 07:21 WIB
Apple Inc turun 1,6%, tetapi tetap berada di jalur untuk menjadi perusahaan senilai $3 triliun pertama di dunia berdasarkan nilai pasar. Data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan indeks harga produsen (PPI) untuk permintaan akhir dalam 12 bulan hingga November melonjak 9,6%, mencatat kenaikan terbesar sejak November 2010 dan mengikuti kenaikan 8,8% pada Oktober.

"Cerita untuk sebagian besar tahun 2021, atau tentu saja enam bulan terakhir telah menjadi tanda-tanda inflasi yang semakin mengkhawatirkan," kata David Keller, kepala strategi pasar di StockCharts.com.

Baca Juga: Cuitan Elon Musk Soal Pensiun Dini Turut Dongkrak Wall Street

Bank sentral AS kemungkinan akan memberi sinyal penghentian pembelian aset yang lebih cepat, dan dengan demikian, awal yang lebih cepat untuk kenaikan suku bunga untuk menahan kenaikan harga yang cepat. "Saya akan mengatakan pertemuan ini adalah saat kita mulai mendapatkan kejelasan tentang bagaimana mereka (The Fed) akan mengatasi gagasan inflasi yang tetap tinggi dan kemungkinan besar akan tetap menjadi masalah di tahun depan," kata Keller.

Jajak pendapat ekonom Reuters melihat bank sentral menaikkan suku bunga dari mendekati nol menjadi 0,25% -0,50% pada kuartal ketiga tahun depan, diikuti oleh yang lain pada kuartal keempat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!