Groundbreaking Hari Ini, Kawasan Industri Hijau RI Bakal Jadi yang Terbesar di Dunia
Selasa, 21 Desember 2021 - 12:38 WIB
Presiden Jokowi melakukan groundbreaking Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kabupaten Bulungan, provinsi Kalimantan Utara, Selasa (21/12/2021). Foto/Tangkapan Layar/Dita Angga Rusiana
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Pada kesempatan itu, presiden melakukan groundbreaking Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kabupaten Bulungan, provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
“Dan dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya nyatakan dimulai groundbreaking kawasan industri hijau Indonesia di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara," katanya, Selasa (22/12/2021).
Baca juga: Tiba di Kaltara, Jokowi Diberi Ikat Kepala Khas Tarakan
Dia mengatakan bahwa kawasan ini merupakan kerja sama Indonesia dengan investor dari berbagai negara. Diantaranya investor dari China dan Uni Emirate Arab (UEA). Jokowi menyebut kawasan ini akan menjadi yang terbesar di dunia.
"Semuanya akan bergabung. Dan ini kita harapkan akan menjadi kawasan industri hijau terbesar dunia. Bukan Kalimantan Utara, bukan Indonesia tapi dunia. Karena menyangkut lahan sampai detik ini 16.400 hektar. Dan targetnya 30.000 hektar," urainya.
Baca juga: Menperin Dukung Pelaku Usaha Kembangkan Industri Halal
“Dan dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya nyatakan dimulai groundbreaking kawasan industri hijau Indonesia di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara," katanya, Selasa (22/12/2021).
Baca juga: Tiba di Kaltara, Jokowi Diberi Ikat Kepala Khas Tarakan
Dia mengatakan bahwa kawasan ini merupakan kerja sama Indonesia dengan investor dari berbagai negara. Diantaranya investor dari China dan Uni Emirate Arab (UEA). Jokowi menyebut kawasan ini akan menjadi yang terbesar di dunia.
"Semuanya akan bergabung. Dan ini kita harapkan akan menjadi kawasan industri hijau terbesar dunia. Bukan Kalimantan Utara, bukan Indonesia tapi dunia. Karena menyangkut lahan sampai detik ini 16.400 hektar. Dan targetnya 30.000 hektar," urainya.
Baca juga: Menperin Dukung Pelaku Usaha Kembangkan Industri Halal
Lihat Juga :