Ajang Memperkenalkan Pengadaan Berkelanjutan Akan Digelar di Bali
Kamis, 30 Desember 2021 - 21:36 WIB
Indonesia Sustainable Procurement Expo (ISPE) 2022 ini merujuk pada sebuah inisiatif global yang dimotori oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam dekade terakhir, yaitu Sustainable Development Goals (SDG) 2030 untuk menghilangkan kemiskinan, menjamin kesetaraan dan mengurangi efek dari pemanasan global untuk melindungi pemenuhan kebutuhan untuk generasi mendatang.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka setiap negara harus memiliki program untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya adalah pengadaan berkelanjutan (sustainability procurement). Berdasarkan United Nations Environment Programme (UNEP), sustainable procurement adalah sebuah proses organisasi publik memenuhi kebutuhan akan barang, jasa, konstruksi dan utilitas untuk mencapai value for money (VFM) dalam keseluruhan siklus penggunaan yang menguntungkan, tidak hanya bagi organisasi tersebut, tetapi juga untuk masyarakat dan ekonomi.
Sekertaris Jenderal AKEN, Budi Pramana Ginting, mengatakan bahwa sustainable procurement adalah program praktik pengadaan yang menimbulkan dampak positif untuk Lingkungan Sosial dan ekonomi dan sustainable procurement sudah memiliki standar ISO 20400:2017. Di sektor pemerintah program ini dikenal dengan sustainable public procurement (SPP).
“Tujuan pengadaan berkelanjutan untuk memaksimalkan value for money dengan memasukan tiga kriteria, yaitu ekonomi, aspek sosial dan lingkungan hidup dalam proses pengadaan barang/jasa” tegas Budi, Kamis (30/12/2021).
Jika dilihat dari berbagai aspek dalam pengadaan berkelanjutan, banyak upaya yang harus dilakukan para pihak dalam merealisasikannya dengan risiko dan biaya yang tidak kecil. Namun demikian inisiatif pengadaan berkelanjutan ini mendorong terpenuhinya harapan pengguna barang/jasa, mendorong terciptanya keunggulan kompetitif melalui fungsi pengadaan barang/jasa serta mendorong adanya inovasi menuju pengadaan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka setiap negara harus memiliki program untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya adalah pengadaan berkelanjutan (sustainability procurement). Berdasarkan United Nations Environment Programme (UNEP), sustainable procurement adalah sebuah proses organisasi publik memenuhi kebutuhan akan barang, jasa, konstruksi dan utilitas untuk mencapai value for money (VFM) dalam keseluruhan siklus penggunaan yang menguntungkan, tidak hanya bagi organisasi tersebut, tetapi juga untuk masyarakat dan ekonomi.
Sekertaris Jenderal AKEN, Budi Pramana Ginting, mengatakan bahwa sustainable procurement adalah program praktik pengadaan yang menimbulkan dampak positif untuk Lingkungan Sosial dan ekonomi dan sustainable procurement sudah memiliki standar ISO 20400:2017. Di sektor pemerintah program ini dikenal dengan sustainable public procurement (SPP).
“Tujuan pengadaan berkelanjutan untuk memaksimalkan value for money dengan memasukan tiga kriteria, yaitu ekonomi, aspek sosial dan lingkungan hidup dalam proses pengadaan barang/jasa” tegas Budi, Kamis (30/12/2021).
Jika dilihat dari berbagai aspek dalam pengadaan berkelanjutan, banyak upaya yang harus dilakukan para pihak dalam merealisasikannya dengan risiko dan biaya yang tidak kecil. Namun demikian inisiatif pengadaan berkelanjutan ini mendorong terpenuhinya harapan pengguna barang/jasa, mendorong terciptanya keunggulan kompetitif melalui fungsi pengadaan barang/jasa serta mendorong adanya inovasi menuju pengadaan berkelanjutan.
Lihat Juga :