Minim Risiko, Prospek Investasi Budidaya Udang di Sulteng Kian Menjanjikan
Rabu, 10 Juni 2020 - 18:08 WIB
Slamet juga membeberkan sejumlah upaya untuk mempercepat pengembangan kawasan budidaya udang berkelanjutan di tahun ini, antara lain : pengembangan model tambak udang berkelanjutan di lima Kabupaten/Kota yakni Aceh Timur, Sukabumi, Sukamara, Buol, dan Lampung Selatan; pengembangan model tambak millenial dengan memberdayakan anak muda; pengembangan model tambak perhutanan sosial dengan melibatkan lintas sektoral; dan mendorong investor untuk mengembangkan usaha budidaya udang dengan pola kemitraan inti plasma.
"Tahun ini upaya-upaya tersebut akan mulai kita dorong, sehingga dalam lima tahun ke depan target peningkatan nilai ekspor 250% bisa tercapai", terangnya.
Sebagai informasi, Sulawesi Tengah menjadi salah satu penghasil udang nasional, data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat selama kurun waktu lima tahun (2015 - 2019) produksi udang Sulawesi Tengah tumbuh signifikan yakni rata-rata 71,69% per tahun. Tahun 2019 tercatat angka sementara volume produksi udang di Propinsi tersebut mencapai 16.574 ton.
Direktur Utama PT. Esaputli Prakarsa Utama, Ahmad Bhakty Baramuli menilai Kabupaten Parigimoutong memiliki potensi lahan yan besar untuk pengembangan budidaya udang. Saat ini perusahaan mengelola total lahan seluas 15,5 ha terdiri 60% untuk kolam pembesaran dan 40% untuk infrastruktur seperti IPAL dan lainnya. Penerapan teknologi modern yakni padat tebar tinggi dan efektifitas penggunaan IPAL menghasilkan produksi 36 ton per hektare.
Selain itu, penerapan teknologi modern membuat perusahaan menjadi lebih mudah dalam melakukan kontrol pada setiap proses produksi. Menurutnya teknologi ini juga aplikable dan bisa diadopsi di lahan yang tidak terlalu luas. "Tenaga teknisi kami 60% masayarakat lokal. Jadi, kami ingin keberadaan perusahaan juga bisa meningkatkan kesejahteraannya," jelas Ahmad.
"Tahun ini upaya-upaya tersebut akan mulai kita dorong, sehingga dalam lima tahun ke depan target peningkatan nilai ekspor 250% bisa tercapai", terangnya.
Sebagai informasi, Sulawesi Tengah menjadi salah satu penghasil udang nasional, data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat selama kurun waktu lima tahun (2015 - 2019) produksi udang Sulawesi Tengah tumbuh signifikan yakni rata-rata 71,69% per tahun. Tahun 2019 tercatat angka sementara volume produksi udang di Propinsi tersebut mencapai 16.574 ton.
Direktur Utama PT. Esaputli Prakarsa Utama, Ahmad Bhakty Baramuli menilai Kabupaten Parigimoutong memiliki potensi lahan yan besar untuk pengembangan budidaya udang. Saat ini perusahaan mengelola total lahan seluas 15,5 ha terdiri 60% untuk kolam pembesaran dan 40% untuk infrastruktur seperti IPAL dan lainnya. Penerapan teknologi modern yakni padat tebar tinggi dan efektifitas penggunaan IPAL menghasilkan produksi 36 ton per hektare.
Selain itu, penerapan teknologi modern membuat perusahaan menjadi lebih mudah dalam melakukan kontrol pada setiap proses produksi. Menurutnya teknologi ini juga aplikable dan bisa diadopsi di lahan yang tidak terlalu luas. "Tenaga teknisi kami 60% masayarakat lokal. Jadi, kami ingin keberadaan perusahaan juga bisa meningkatkan kesejahteraannya," jelas Ahmad.
(akr)
Lihat Juga :