Berawal dari Pesanan Motor Custom Rombongan Presiden, Kini Meraup Rp1,3 Miliar Sebulan
Sabtu, 08 Januari 2022 - 12:28 WIB
Teguh mengisahkan, dua tahun terakhir selama pandemi Covid-19, dia menyadari dengan keterbatasan pandemi, dia harus memanfaatkan sosial media sebagai promosi produknya. Dengan sosial media, ia bisa menjangkau seluruh Indonesia, bahkan di dunia.
“Yang sedang kita display ini, dikirim ke Abu Dhabi. Kalau di Indonesia, hampir seluruh Provinsi sudah ada yang beli. Jadi kira harus bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk, sekaligus bisa memanfaatkan program pemulihan ekonomi," tutup Teguh.
Baca Juga: Beli Produk UMKM di Bandara Ngloram Blora, Harga Jaket Jokowi Rp350.000
Kisah ini disampaikan Teguh dalam dialog lintas komunitas di Sukabumi, Kamis (6/1/2022) yang prakasai oleh Gerakan Berkreasi Bersama Airlangga Hartarto (Gerakan BerkAH). Dengan melalui dialog ini bisa merangsang tumbuhnya UMKM lokal dan ekonomi kreatif sekaligus menyerap aspirasi di Kabupaten Sukabumi .
Dalam dialog publik di Sukabumi, Gerakan BerkAH menghadirkan Anggota DPRD Kota Sukabumi Sylvie Gustiana Derin dan CEO Wafarel98, Teguh Eko Widianto serta 30 peserta yang berasal dari pelaku UMKM, ojek online, mahasiswa, hingga buruh.
“Yang sedang kita display ini, dikirim ke Abu Dhabi. Kalau di Indonesia, hampir seluruh Provinsi sudah ada yang beli. Jadi kira harus bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk, sekaligus bisa memanfaatkan program pemulihan ekonomi," tutup Teguh.
Baca Juga: Beli Produk UMKM di Bandara Ngloram Blora, Harga Jaket Jokowi Rp350.000
Kisah ini disampaikan Teguh dalam dialog lintas komunitas di Sukabumi, Kamis (6/1/2022) yang prakasai oleh Gerakan Berkreasi Bersama Airlangga Hartarto (Gerakan BerkAH). Dengan melalui dialog ini bisa merangsang tumbuhnya UMKM lokal dan ekonomi kreatif sekaligus menyerap aspirasi di Kabupaten Sukabumi .
Dalam dialog publik di Sukabumi, Gerakan BerkAH menghadirkan Anggota DPRD Kota Sukabumi Sylvie Gustiana Derin dan CEO Wafarel98, Teguh Eko Widianto serta 30 peserta yang berasal dari pelaku UMKM, ojek online, mahasiswa, hingga buruh.
(akr)
Lihat Juga :