Pengamat Nilai SIKM DKI Jakarta Sulit Diterapkan pada Semua Moda
Rabu, 10 Juni 2020 - 20:14 WIB
Petugas gabungan memeriksa kelengkapan SIKM bagi pengendara yang melintas di jalur check point di KM 47 ruas tol Cikampek arah Jakarta, Karawang Barat. Foto/Dok SINDOnews/Ramadan Adhi P
JAKARTA - Pengamat transportasi Djoko Setijowarno bersikap pesimis bahwa kewajiban pemeriksaan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta bisa dilakukan untuk seluruh kendaraan moda transportasi.
“Setelah larangan mudik berakhir saja, begitu banyak kendaraan khususnya roda dua yang masuk ke berbagai wilayah. Saya punya data di wilayah Jawa Tengah ada 249.416 orang datang naik motor ke Jawa Tengah, dan ini bisa dari mana saja datangnya,” ucap akademisi dari Universitas Soegijapranata Semarang ini, kepada SINDO Media di Jakarta, Rabu (10/6/2020).
Menurut dia, jika hanya satu wilayah yang menerapkan adanya ijin keluar masuk dinilai tidak adil bagi wilayah lain. Sebab, orang-orang menuju Jakarta sangat besar, baik urusan tugas, kesehatan maupun urusan lain.
“Rasanya tidak adil dan buang-buang tenaga. Belum lagi kalau mereka yang melintas Jakarta ini hanya numpang lewat, misalnya orang yang baru mendarat di bandara Cengkareng, melintas lewat DKI menuju Bandung atau Cikampek, ya bagaimana?” ucapnya. (Baca Juga : Tak Ada SIKM, 29.280 Kendaraan Menuju Jakarta Diputar Balik )
“Setelah larangan mudik berakhir saja, begitu banyak kendaraan khususnya roda dua yang masuk ke berbagai wilayah. Saya punya data di wilayah Jawa Tengah ada 249.416 orang datang naik motor ke Jawa Tengah, dan ini bisa dari mana saja datangnya,” ucap akademisi dari Universitas Soegijapranata Semarang ini, kepada SINDO Media di Jakarta, Rabu (10/6/2020).
Menurut dia, jika hanya satu wilayah yang menerapkan adanya ijin keluar masuk dinilai tidak adil bagi wilayah lain. Sebab, orang-orang menuju Jakarta sangat besar, baik urusan tugas, kesehatan maupun urusan lain.
“Rasanya tidak adil dan buang-buang tenaga. Belum lagi kalau mereka yang melintas Jakarta ini hanya numpang lewat, misalnya orang yang baru mendarat di bandara Cengkareng, melintas lewat DKI menuju Bandung atau Cikampek, ya bagaimana?” ucapnya. (Baca Juga : Tak Ada SIKM, 29.280 Kendaraan Menuju Jakarta Diputar Balik )
Lihat Juga :