Respons Anker Soal Rencana Kenaikan Harga Tiket KRL Commuter Line

Kamis, 13 Januari 2022 - 19:00 WIB
Selanjutnya Iman pengguna KRL yang setiap hari harus mengakses KRL dari Bekasi - Jakarta Pusat juga kurang setuju jika tarif KRL dinaikan. Sebab KRL ini digunakan oleh banyak kalangan masyarakat, mulai dari ekonomi rendah hingga menengah.

"Menurut saya tidak setuju, kalau kalangan pekerja mungkin mampu, tapi kalau kalangan yang berada di bawah kan belum tentu (mampu), jadi tidak setuju," sambungnya.

"Tapi kalaupun naik, saya sih tetap menggunakan kereta, karena cepat juga," kata Iman.

Seperti diketahui pengguna KRL juga banyak dari kalangan pelajar yang belum memiliki penghasilan. Misalnya seperti Adelia dan Nazwa, mereka berdua juga kurang setuju jika tarif KRL menjadi Rp5.000. "Kalau menurut aku sih ngga sepakat, kalau Rp5.000 cukup berat, lebih baik Rp3.000 aja lah tetap," ujar Adelia.

Mereka berdua memiliki harapan yang sama kepada pemerintah untuk tetap memasang tarif KRL yang sama seperti saat ini, yaitu Rp3.000. "Harapannya ya semoga pemerintah bisa menetapkan harga tiket KRL ini Rp.3000 aja," tutur Adelia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!