Aplikasi Covid-19 Harus Bermuara di Pusat Data, Jangan Amburadul
Rabu, 10 Juni 2020 - 21:20 WIB
Salah satu aplikasi pelacak penyebaran corona bernama PeduliLindungi. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Sejak memasuki masa pandemi Covid-19 hingga masa adaptasi baru atau new normal bermunculan berbagai aplikasi mengenai pelacakan Covid-19 . Kalangan pengamat menilai aplikasi-aplikasi tersebut tidak akan efektif menangani wabah jika tak bersumber atau bermuara dari satu pusat data.
Pengamat teknologi dan informasi, Canny Watae mengatakan, semestinya aplikasi-aplikasi tersebut diedarkan ke publik bersifat tunggal. Dia beralasan, persoalan ini menyangkut wabah yang sifatnya borderless tidak mengenal batas-batas, baik administrasi, institusi dan segala batas yang lain. “Jangan amburadul. Jadi seharusnya, aplikasi itu bersifat tunggal di masyarakat,” ucapnya kepada SINDO Media di Jakarta, Rabu (10/6/2020). (Baca juga : Inovasi-Inovasi Perguruan Tinggi untuk Memerangi Pandemi Virus Corona )
Menurutnya, aplikasi berbeda berimplikasi pada saling bantah kevalidan data yang pada akhirnya tidak memberikan patokan jelas kepada publik atau masyarakat.
“Saya ragu, apakah developer aplikasi itu bisa melakukan validasi data yang mereka dapatkan,” ucapnya. Di sisi lain, masih ada persoalan komunikasi miskomunikasi dan informasi mengenai aplikasi tersebut.
Pengamat teknologi dan informasi, Canny Watae mengatakan, semestinya aplikasi-aplikasi tersebut diedarkan ke publik bersifat tunggal. Dia beralasan, persoalan ini menyangkut wabah yang sifatnya borderless tidak mengenal batas-batas, baik administrasi, institusi dan segala batas yang lain. “Jangan amburadul. Jadi seharusnya, aplikasi itu bersifat tunggal di masyarakat,” ucapnya kepada SINDO Media di Jakarta, Rabu (10/6/2020). (Baca juga : Inovasi-Inovasi Perguruan Tinggi untuk Memerangi Pandemi Virus Corona )
Menurutnya, aplikasi berbeda berimplikasi pada saling bantah kevalidan data yang pada akhirnya tidak memberikan patokan jelas kepada publik atau masyarakat.
“Saya ragu, apakah developer aplikasi itu bisa melakukan validasi data yang mereka dapatkan,” ucapnya. Di sisi lain, masih ada persoalan komunikasi miskomunikasi dan informasi mengenai aplikasi tersebut.
Lihat Juga :