Aplikasi Covid-19 Harus Bermuara di Pusat Data, Jangan Amburadul
Rabu, 10 Juni 2020 - 21:20 WIB
“Setahu saya, aplikasi-aplikasi tersebut tidak menunjukkan posisi real time seseorang yang terkonfirmasi Covid, ataukah orang yang berada dalam pemantauan (ODP). Contoh, apakah aplikasi tersebut menunjukkan posisi real time seseorang ketika berpindah tempat?” ungkapnya. Baca : Lacak Penyebaran Corona, Aplikasi Mandiri Lawan Covid FC19S Diluncurkan )
Adapun penandaan zonasi dengan warna tertentu di dalam sebuah aplikasi harus menunjukkan kevalidan dalam batas waktu tertentu. “Katakanlah di sebuah rumah ada orang terdeteksi Covid sehingga dalam pemantauan, maka ketika ada ‘mark’ tanda merah dalam waktu 14 hari sudah harus dihapus, kecuali orang tersebut terdiagnosa positif,” ucapnya.
Canny menambahkan, cara komunikasi waspada by app dinilai tidak tepat jika tak didukung ketegasan institusi pemerintah. “Yang paling tepat menurut saya bisa dengan cara pesan singkat lewat SMS. Itu sangat penting dan menjangkau banyak orang. Sebab, belum tentu masyarakat mau mengakses internet lewat ponsel hanya untuk mengetahui perkembangan daerah yang mau dikunjunginya,” pungkasnya.
Adapun penandaan zonasi dengan warna tertentu di dalam sebuah aplikasi harus menunjukkan kevalidan dalam batas waktu tertentu. “Katakanlah di sebuah rumah ada orang terdeteksi Covid sehingga dalam pemantauan, maka ketika ada ‘mark’ tanda merah dalam waktu 14 hari sudah harus dihapus, kecuali orang tersebut terdiagnosa positif,” ucapnya.
Canny menambahkan, cara komunikasi waspada by app dinilai tidak tepat jika tak didukung ketegasan institusi pemerintah. “Yang paling tepat menurut saya bisa dengan cara pesan singkat lewat SMS. Itu sangat penting dan menjangkau banyak orang. Sebab, belum tentu masyarakat mau mengakses internet lewat ponsel hanya untuk mengetahui perkembangan daerah yang mau dikunjunginya,” pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :