Bikin Ghozali Jadi Miliarder Cuman Jualan Foto Selfie, Apa Sih NFT?

Minggu, 16 Januari 2022 - 11:38 WIB
Saat kebijakan lockdown memaksa orang untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama dengan internet. NFTs dipandang sebagai cara untuk memiliki harta di lingkungan online dan virtual, yang dapat menunjukkan status sosial dan selera pribadi –bagi sebagian orang, membeli produk digital setara sepasang sepatu kets mahal.

Bagi yang lain, iming-iming keuntungan berlipat membuatnya rela membeli dengan harga mahal. Beberapa pembeli "membalik" NFTs, dengan menjualnya dalam beberapa hari atau hanya hitungan berjam untuk mendapatkan keuntungan.

Kenaikan harga baru-baru ini dalam cryptocurrency atau mata uang kripto seperti bitcoin, yang melonjak sekitar 300% pada tahun 2020, juga telah menciptakan kelompok investor kaya baru dari kripto, yang menghabiskan cryptocurrency mereka di NFTs.

Mengapa NFTs Digemari?

Para penggunanya melihat NFTs sebagai masa depan kepemilikan. Semua jenis produk properti – dari tiket pertunjukan hingga rumah – pada akhirnya akan memiliki status kepemilikan mereka dengan cara tokenised yang mereka percaya.

Bagi seniman, NFTs dapat memecahkan masalah bagaimana mereka dapat memonetisasi karya seni digital. Mereka dapat menerima lebih banyak pendapatan dari NFTs, karena mereka bisa mendapatkan royalti setiap kali NFT berpindah tangan setelah penjualan awal. NFTs juga dapat mengubah industri musik, olahraga, dan game, kata para pendukung NFTs.

Apa Risikonya

Seperti mata uang kripto, NFTs sebagian besar tidak ada aturan. Siapa pun dapat membuat dan menjual NFT dan tidak ada jaminan nilainya. Kerugian dapat menumpuk jika hype mereda. Di pasar di mana banyak peserta menggunakan nama samaran, penipuan juga menjadi risiko.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!