Serbuan Impor Meningkat, Produsen Baja Minta Pemerintah Perketat Aturan

Kamis, 20 Januari 2022 - 19:50 WIB
Impor baja tercatat meningkat sebesar 23% dari yang semula 3,9 juta ton di 2020 menjadi 4,8 juta ton di 2021. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) volume impor baja sepanjang 2021 mengalami kenaikan. Kenaikan impor baja tercatat sebesar 23% yang semula 3,9 juta ton di 2020 menjadi 4,8 juta ton di 2021.

Peningkatan impor baja tersebut disayangkan Direktur Komersial PT Krakatau Steel Tbk Melati Sarnita. Pasalnya, kenaikan impor terjadi di saat industri baja Tanah Air tengah berupaya membenahi bisnisnya.



Baca Juga: Tak Jadi Bangkrut, Erick Thohir Klaim Restrukturisasi Krakatau Steel Sukses

"Kami menyayangkan impor baja kembali menunjukkan adanya tren peningkatan disaat industri baja dalam negeri sedang berupaya meningkatkan kinerjanya di saat pandemi Covid-19 belum usai," ujar Melati, Kamis (20/1/2022).

Melati mengatakan ada beberapa hal yang mendorong terjadinya peningkatan impor tersebut. Di antaranya, praktik dagang yang tidak adil yaitu dengan melakukan dumping dan pengalihan pos tarif.

Kenaikan impor tertinggi terjadi pada produk baja Cold Rolled Coil (CRC) sebesar 70% atau 1,5 juta ton dari sebelumnya 881 ribu ton di tahun 2020. Sedangkan impor produk lainnya seperti Hot Rolled Coil (HRC) naik sebesar 16%, serta produk baja hilir Coated Sheet (produk baja lapis) mencapai 18%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!