Peduli Korban Investasi Bodong melalui Edukasi Gratis
Sabtu, 29 Januari 2022 - 18:53 WIB
Penipuan berkedok investasi kembali marak, bahkan sudah jatuh ribuan korban. Penipuan ini terjadi pada investasi berupa binary option, Robot forex, copy trade, pompom saham, hingga cryptocurrency. Foto/Dok
JAKARTA - Penipuan berkedok investasi kembali marak, bahkan sudah jatuh ribuan korban. Penipuan ini terjadi pada investasi berupa binary option, Robot forex, copy trade, pompom saham, hingga cryptocurrency.
Menaruh kepeduliannya terhadap permasalahan tersebut, Astronacci International pun melakukan audensi dengan Satgas Waspada Investasi, belum lama ini.
Baca Juga: Awas Kena Tipu Investasi Bodong, Begini Cara Cek Legalitasnya via OJK
CEO dan Founder Astronacci International, Gema Goeyardi berkoordinasi dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso dan bertemu dengan Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing di Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Terdapat sejumlah sorotan penting dalam hal ini, seperti praktik trading Binary Option dalam beberapa waktu terakhir mencuat kasusnya di mana korban mulai bersatu untuk menuntut perlindungan konsumen pada pemerintah.
Banyak beredar iklan yang digawangi influencer sebagai afiliator Binary Option yang dikemas dengan flexing untuk mencari nasabah. Masalahnya, influencer membentuk opini masyarakat bahwa binary option adalah investasi dan trading, sehingga dianggap merusak citra investasi yang sebenarnya.
Menaruh kepeduliannya terhadap permasalahan tersebut, Astronacci International pun melakukan audensi dengan Satgas Waspada Investasi, belum lama ini.
Baca Juga: Awas Kena Tipu Investasi Bodong, Begini Cara Cek Legalitasnya via OJK
CEO dan Founder Astronacci International, Gema Goeyardi berkoordinasi dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso dan bertemu dengan Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing di Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Terdapat sejumlah sorotan penting dalam hal ini, seperti praktik trading Binary Option dalam beberapa waktu terakhir mencuat kasusnya di mana korban mulai bersatu untuk menuntut perlindungan konsumen pada pemerintah.
Banyak beredar iklan yang digawangi influencer sebagai afiliator Binary Option yang dikemas dengan flexing untuk mencari nasabah. Masalahnya, influencer membentuk opini masyarakat bahwa binary option adalah investasi dan trading, sehingga dianggap merusak citra investasi yang sebenarnya.
Lihat Juga :