Jangan Sampai Harga Listrik EBT Terlalu Tinggi, Pelaku Usaha Titip Pesan Ini ke PLN

Selasa, 15 Februari 2022 - 20:42 WIB
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengingatkan aspek techno-commercial yang akan dirancang oleh PLN jangan hanya sekedar mengejar penetrasi energi baru terbarukan (EBT) sehingga berimbas harga listrik EBT menjadi terlalu tinggi. Foto/Dok
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengingatkan aspek techno-commercial yang akan dirancang oleh PLN jangan hanya sekedar mengejar penetrasi energi baru terbarukan (EBT) sehingga berimbas harga listrik EBT menjadi terlalu tinggi.

Ketua Komite Tetap Energi Baru dan Terbarukan Kadin, Muhammad Yusrizki menyebutkan, salah satu yang menjadi fokus perhatian dunia usaha saat ini adalah aspek techno-commercial yang tengah dirancang oleh PLN.



Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi, Polychem Indonesia Beralih ke Listrik EBT PLN

Sampai dengan tahun 2020, PLN diketahui masih memiliki unit PLTD sejumlah 5.200 unit yang tersebar di 2.130 lokasi di seluruh Indonesia. Menurut data PLN, konsumsi BBM yang diperlukan di tahun 2020 untuk PLTD ini mencapai 2,7 juta kiloliter dengan estimasi biaya mencapai Rp 16 triliun.

Rancangan Program De-Dieselisasi selain untuk meningkatkan bauran energi terbarukan, juga untuk menekan konsumsi BBM yang juga berarti menekan impor energi Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!