PT Vale Latih Masyarakat Manfaatkan Tanaman Obat Lewat PSRLB
Sabtu, 19 Februari 2022 - 15:26 WIB
Senior Manager Social Development Program (SDP) PT Vale Indonesia Tbk , Ardian Indra Putra, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para petani wanita dan masyarakat dalam mengoptimalkan segala potensi mengelola sumber daya di sekitar guna mendukung kebutuhan sehari hari. Terutama dari aspek ekonomi, lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Ada sejumlah materi menarik diberikan ke peserta pelatihan, seperti mereka diajarkan bagaimana menganalisa kondisi terkait kebutuhan harian pertanian, perilaku dalam menangani keluhan kesehatan, cara pandang konvensional dan organik, pengenalan ekologi tanah membedah sifat fisik, biologi dan kimia tanah dan teknik budidaya tanaman secara organik, baik untuk komoditas sayuran organik (Sorga), tanaman berkhasiat obat (Tobat), merica, dan pertanian umum,” katanya.
Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan beragam jenis tanaman obat , khasiatnya hingga cara pengolahannya. Setelah peserta memahami materi dan mengenal jenis tanaman obat dari pelatihan ini, peserta akan melakukan aksi dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran dan obat serta membuat demplot kebun kelompok.
Tidak hanya memberikan pelatihan, peserta juga didampingi oleh tenaga ahli dan pendampingan teknis untuk pemanfaatan tanaman obat secara berkelanjutan.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan hidup sehat dengan memperbaiki kualitas pangan. Salah satunya adalah dengan mendukung Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB). Dari pelatihan ini, kami berharap Kelompok Wanita Tani (KWT) bisa menjadi motor penggerak perubahan & kemandirian masyarakat, setidaknya dimulai dari satuan terkecil yakni keluargnya dulu sehingga turut mempromosikan keunggulan organik," ujarnya.
“Ada sejumlah materi menarik diberikan ke peserta pelatihan, seperti mereka diajarkan bagaimana menganalisa kondisi terkait kebutuhan harian pertanian, perilaku dalam menangani keluhan kesehatan, cara pandang konvensional dan organik, pengenalan ekologi tanah membedah sifat fisik, biologi dan kimia tanah dan teknik budidaya tanaman secara organik, baik untuk komoditas sayuran organik (Sorga), tanaman berkhasiat obat (Tobat), merica, dan pertanian umum,” katanya.
Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan beragam jenis tanaman obat , khasiatnya hingga cara pengolahannya. Setelah peserta memahami materi dan mengenal jenis tanaman obat dari pelatihan ini, peserta akan melakukan aksi dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran dan obat serta membuat demplot kebun kelompok.
Tidak hanya memberikan pelatihan, peserta juga didampingi oleh tenaga ahli dan pendampingan teknis untuk pemanfaatan tanaman obat secara berkelanjutan.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan hidup sehat dengan memperbaiki kualitas pangan. Salah satunya adalah dengan mendukung Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB). Dari pelatihan ini, kami berharap Kelompok Wanita Tani (KWT) bisa menjadi motor penggerak perubahan & kemandirian masyarakat, setidaknya dimulai dari satuan terkecil yakni keluargnya dulu sehingga turut mempromosikan keunggulan organik," ujarnya.
Lihat Juga :