Kondisi Ekspor-Impor Anjlok, Pertumbuhan Industri Perlu Diwaspadai

Selasa, 16 Juni 2020 - 08:32 WIB
"Ekspor Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 28,95%, kalau kita lihat penyebabnya, ekspor migas turun 42,64%, ekspor non-migasnya mengalami penurunan 27,81%," ucapnya.

Sementara merosotnya pertumbuhan ekonomi di kuartal I/2020, telah berdampak pada penurunan impor Indonesia sepanjang Mei kemarin. Selama Mei 2020 impor Indonesia hanya tercatat USD 8,44 miliar.

Jumlah itu merosot sebesar 32,65% (mtm) dan anjlok hingga 42,20% (yoy). Penurunan impor pada Mei melanjutkan tren penurunan impor pada April yang sebesar 7,02%, dibanding Maret.

Dia mengatakan, turunya impor disumbang oleh penurunan impor migas yang mencapai USD660 juta. Serta impor nonmigas sebesar USD7,78 miliar, yang turun 37,34% (yoy). (Baca juga: Tipis, Kenaikan upah Buruh Tani Pada Mei 2020)

"Impor migas capai USD660 juta yang mana turun 69,87% (yoy). Sementara impor nonmigas sebesar USD 7,78 miliar, turun 37,34% (yoy)," kata Suhariyanto.

Dia melanjutkan berdasarkan penggunaan barangnya, seluruh impor mengalami penurunan secara tahunan maupun bulanan. Secara rinci, impor konsumsi mencapai USD930 juta, turun 39,83% (yoy). Secara kumulatif sejak Januari-Mei 2020, impor nonmigas mencapai USD53,29 miliar, turun 14,10% (yoy).

"Impor bahan baku penolong mencapai USD6,11 miliar, turun 43,03% (yoy), dan impor barang modal turun 40,0% (yoy) menjadi USD 1,39 miliar," tukasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!