Barat Bentuk Gugus Tugas Buru Harta Karun Oligarki Rusia
Kamis, 17 Maret 2022 - 13:30 WIB
Pernyataan itu menyebutkan, kerja sama antara pemerintah AS dan para mitra asingnya itu telah membuahkan keberhasilan penting. Dalam tiga minggu terakhir saja, sejumlah kapal mewah yang dikendalikan oleh individu dan entitas yang terkena sanksi berhasil disita. Secara kolektif, kapal-kapal itu diperkirakan bernilai ratusan juta dolar.
"Sanksi kami, pembatasan perdagangan, dan tindakan lain telah dikenakan biaya yang signifikan pada Rusia, para pemimpinnya, dan mereka yang memungkinkan invasi tak beralasan Putin ke Ukraina," kata Menteri Keuangan Janet Yellen, yang dikutip RT.com, Kamis (17/3/2022).
Baca Juga: Aset Para Miliarder Rusia Ini Jadi Target Baru Inggris, Total Kekayaan Rp1.862 Triliun
"Gugus tugas multilateral ini akan meningkatkan biaya itu lebih banyak lagi, dengan menggembleng upaya terkoordinasi untuk membekukan dan menyita aset orang-orang ini di yurisdiksi di seluruh dunia dan menyangkal tempat berlindung yang aman untuk keuntungan mereka yang tidak sah," tambahnya.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negara itu tidak memiliki rencana untuk menasionalisasi aset asing sebagai tanggapan atas penyitaan properti Rusia di luar negeri. "Tidak seperti negara-negara Barat, kami akan menghormati hak milik," tegasnya.
"Sanksi kami, pembatasan perdagangan, dan tindakan lain telah dikenakan biaya yang signifikan pada Rusia, para pemimpinnya, dan mereka yang memungkinkan invasi tak beralasan Putin ke Ukraina," kata Menteri Keuangan Janet Yellen, yang dikutip RT.com, Kamis (17/3/2022).
Baca Juga: Aset Para Miliarder Rusia Ini Jadi Target Baru Inggris, Total Kekayaan Rp1.862 Triliun
"Gugus tugas multilateral ini akan meningkatkan biaya itu lebih banyak lagi, dengan menggembleng upaya terkoordinasi untuk membekukan dan menyita aset orang-orang ini di yurisdiksi di seluruh dunia dan menyangkal tempat berlindung yang aman untuk keuntungan mereka yang tidak sah," tambahnya.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negara itu tidak memiliki rencana untuk menasionalisasi aset asing sebagai tanggapan atas penyitaan properti Rusia di luar negeri. "Tidak seperti negara-negara Barat, kami akan menghormati hak milik," tegasnya.
(fai)
Lihat Juga :