Serahkan BT-PKLWN di Sleman, Menko Airlangga Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Jum'at, 18 Maret 2022 - 10:33 WIB
Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dalam kunjungan kerja di Yogyakarta. Foto/Ist
JAKARTA - Pemerintah terus mengupayakan percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui berbagai program bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.
Berdasarkan laman resmi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai kondisi kesejahteraan masyarakat berada di bawah garis kemiskinan ekstrem atau setara dengan USD1,9 PPP (purchasing power parity). Kemiskinan ekstrem diukur menggunakan "absolute poverty measure" yang konsisten antar negara dan antar waktu.
Untuk itu, Bantuan Tunai bagi Pedagang Kaki Lima dan Pemilik Warung (BT-PKLW) di tahun 2021 kembali dilanjutkan oleh Pemerintah di tahun 2022 dengan target penerima manfaat yang diperluas dengan menambahkan nelayan.
Selain itu pelaksanaannya dilakukan di 212 kabupaten/ kota pada 25 provinsi, di mana 147 kabupaten/kota di antaranya berada di wilayah pesisir.
Baca juga: Dukung UMKM Go Export, Menko Airlangga Tinjau Industri Pengalengan di Yogyakarta
Berdasarkan laman resmi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai kondisi kesejahteraan masyarakat berada di bawah garis kemiskinan ekstrem atau setara dengan USD1,9 PPP (purchasing power parity). Kemiskinan ekstrem diukur menggunakan "absolute poverty measure" yang konsisten antar negara dan antar waktu.
Untuk itu, Bantuan Tunai bagi Pedagang Kaki Lima dan Pemilik Warung (BT-PKLW) di tahun 2021 kembali dilanjutkan oleh Pemerintah di tahun 2022 dengan target penerima manfaat yang diperluas dengan menambahkan nelayan.
Selain itu pelaksanaannya dilakukan di 212 kabupaten/ kota pada 25 provinsi, di mana 147 kabupaten/kota di antaranya berada di wilayah pesisir.
Baca juga: Dukung UMKM Go Export, Menko Airlangga Tinjau Industri Pengalengan di Yogyakarta
Lihat Juga :