5 Alternatif Pengganti Minyak Goreng dan Cara Membuatnya, Emak-Emak Wajib Baca
Rabu, 23 Maret 2022 - 18:47 WIB
Minyak Alpukat
Minyak alpukat adalah alternatif di kala minyak goreng sawit sedang langka. Minyak ini mudah untuk dibuat dengan langkah sederhana. Secara garis besar, ada 3 langkah berbeda yang bisa dilakukan untuk menghasilkan minyak alpukat. Pertama, mengekstrasi minyak dengan proses pemasakan. Kedua, mengekstrasi minyak dengan mengepres kulit alpukat. Terakhir, mengekstrasi minyak dengan menyaring alpukat yang sudah dikeringkan. Minyak alpukat memiliki titik asap cukup tinggi, yakni 271 derajat celcius. Jadi, sangat baik digunakan untuk menggoreng. Berbagai manfaat pun bisa didapat jika menggunakan minyak alpukat dalam bahan makanannya, seperti meningkatkan kesehatan mata, meningkatkan kesehatan gusi, dan mengatasi gejala diabetes.
Minyak Zaitun
Alternatif minyak lain yang bisa digunakan saat minyak goreng langka adalah minyak zaitun. Minyak zaitun memiliki kandungan antioksidan yang baik, mineral yang maksimal, dan asam lemak omega 3 didalamnya juga dinilai bagus. Kandungan dalam minyak zaitun jauh lebih baik dan sehat bila dibandingkan dengan minyak goreng dari kelapa sawit. Melansir Time, minyak zaitun bahkan dinobatkan sebagai minyak yang paling serbaguna dan sehat untuk digunakan, asalkan masih ekstra virgin. Artinya, minyak zaitun belum melewati tahap penyulingan dan berkualitas tinggi. Penggunaan minyak zaitun untuk memasak dapat meningkatkan cita rasa gurih bagi makanan. Berbagai masakan khas Indonesia, seperti nasi goreng, sambal matah, dan gado-gado cocok diolah dengan minyak zaitun.
Minyak Wijen
Jenis minyak selanjutnya yang dimanfaatkan kala minyak goreng sawit langka adalah minyak wijen. Dalam Journal of Nutrition College bertajuk ‘Pengaruh Pemberian Kombinasi Minyak Rami dengan Minyak Wijen Terhadap Kadar Kolesterol HDL Tikus Sprague Dawley Dislipimedia’, minyak wijen memiliki kandungan asam lemak jenuh sebesar 14%, asam lemak tak jenuh berantai tunggal sebesar 39%, dan asam lemak jenut dengan rantai gandanya adalah 46%. Minyak wijen sebenarnya adalah minyak nabati asal biji wijen atau Sesamum indicum L. Selain terkenal dengan level asam lemak tak jenuhnya yang tinggi, minyak wijen juga mengandung zat antioksidan. Untuk masakan, minyak wijen baik digunakan saat menumis.
Minyak alpukat adalah alternatif di kala minyak goreng sawit sedang langka. Minyak ini mudah untuk dibuat dengan langkah sederhana. Secara garis besar, ada 3 langkah berbeda yang bisa dilakukan untuk menghasilkan minyak alpukat. Pertama, mengekstrasi minyak dengan proses pemasakan. Kedua, mengekstrasi minyak dengan mengepres kulit alpukat. Terakhir, mengekstrasi minyak dengan menyaring alpukat yang sudah dikeringkan. Minyak alpukat memiliki titik asap cukup tinggi, yakni 271 derajat celcius. Jadi, sangat baik digunakan untuk menggoreng. Berbagai manfaat pun bisa didapat jika menggunakan minyak alpukat dalam bahan makanannya, seperti meningkatkan kesehatan mata, meningkatkan kesehatan gusi, dan mengatasi gejala diabetes.
Minyak Zaitun
Alternatif minyak lain yang bisa digunakan saat minyak goreng langka adalah minyak zaitun. Minyak zaitun memiliki kandungan antioksidan yang baik, mineral yang maksimal, dan asam lemak omega 3 didalamnya juga dinilai bagus. Kandungan dalam minyak zaitun jauh lebih baik dan sehat bila dibandingkan dengan minyak goreng dari kelapa sawit. Melansir Time, minyak zaitun bahkan dinobatkan sebagai minyak yang paling serbaguna dan sehat untuk digunakan, asalkan masih ekstra virgin. Artinya, minyak zaitun belum melewati tahap penyulingan dan berkualitas tinggi. Penggunaan minyak zaitun untuk memasak dapat meningkatkan cita rasa gurih bagi makanan. Berbagai masakan khas Indonesia, seperti nasi goreng, sambal matah, dan gado-gado cocok diolah dengan minyak zaitun.
Minyak Wijen
Jenis minyak selanjutnya yang dimanfaatkan kala minyak goreng sawit langka adalah minyak wijen. Dalam Journal of Nutrition College bertajuk ‘Pengaruh Pemberian Kombinasi Minyak Rami dengan Minyak Wijen Terhadap Kadar Kolesterol HDL Tikus Sprague Dawley Dislipimedia’, minyak wijen memiliki kandungan asam lemak jenuh sebesar 14%, asam lemak tak jenuh berantai tunggal sebesar 39%, dan asam lemak jenut dengan rantai gandanya adalah 46%. Minyak wijen sebenarnya adalah minyak nabati asal biji wijen atau Sesamum indicum L. Selain terkenal dengan level asam lemak tak jenuhnya yang tinggi, minyak wijen juga mengandung zat antioksidan. Untuk masakan, minyak wijen baik digunakan saat menumis.
Lihat Juga :