Harga BBM Pertamax Sudah Saatnya Naik, Begini Penjelasannya
Sabtu, 26 Maret 2022 - 22:40 WIB
Pengamat menilai sudah saatnya harga bbm non subsidi seperti Pertama mengalami kenaikan sehingga dapat mengurangi beban APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). Foto/Dok
JAKARTA - Tingginya harga minyak dunia sangat berpengaruh terhadap h arga keekonomian BBM (Bahan Bakar Minyak), seperti Pertamax yang berpeluang dinaikkan hingga Rp16.000 per liter. Menurut pengamat Ekonomi dan Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi menjelaskan kenaikan harga Pertamax dapat mengurangi beban APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara).
“Pertamina menaikan Pertamax saya kira ini keputusan yang tepat sekali porsinya. Kalau harga minyak dunia di atas 100 dollar per barrel, maka Pertamina sudah saatnya harus menaikan harga Pertamax,” kata Pengamat Energi, Fahmy Radhi saat dihubungi MNC PORTAL, Sabtu (26/3/2022).
Menurutnya, kenaikkan harga BBM Pertamax tidak akan berpengaruh terhadap inflasi dan tidak menurunkan daya beli masyarakat. Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Bikin Beban Subsidi BBM, LPG hingga Listrik Membengkak
“Alasannya, saat ini untuk proporsi konsumen sekitar 12% dan Pertamax tidak digunakan transportasi sehingga tidak secara langsung menaikkan biaya distribusi yang memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok serta memicu inflasi dan memperburuk daya beli rakyat,” paparnya.
“Pertamina menaikan Pertamax saya kira ini keputusan yang tepat sekali porsinya. Kalau harga minyak dunia di atas 100 dollar per barrel, maka Pertamina sudah saatnya harus menaikan harga Pertamax,” kata Pengamat Energi, Fahmy Radhi saat dihubungi MNC PORTAL, Sabtu (26/3/2022).
Menurutnya, kenaikkan harga BBM Pertamax tidak akan berpengaruh terhadap inflasi dan tidak menurunkan daya beli masyarakat. Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Bikin Beban Subsidi BBM, LPG hingga Listrik Membengkak
“Alasannya, saat ini untuk proporsi konsumen sekitar 12% dan Pertamax tidak digunakan transportasi sehingga tidak secara langsung menaikkan biaya distribusi yang memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok serta memicu inflasi dan memperburuk daya beli rakyat,” paparnya.
Lihat Juga :