Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022

Minggu, 03 April 2022 - 23:32 WIB
Dari komoditas tersebut, kata dia, nikel merupakan komoditas dengan ekspor terbesar mencapai 60,94 persen dengan nilai US$79,59 setara Rp1,14 triliun. Disusul kelompok komoditas besi dan baja 20,91 persen dengan nilai US$27,3 juta atau setara Rp392 miliar dan komoditas biji-bijian berminyak mencapai 10,11 persen dengan nilai US$13,2 juta atau Rp189 miliar.

"Untuk komoditas garam, belerang dan kapur, ekspornya sebesar 3,09 persen dengan nilai US$4,04 juta atau setara Rp58 miliar, dan komoditas ikan dan udang sebesar 1,81 persen dengan nilai US$2,37 juta setara Rp34 miliar," beber Suntono.

Adapun lima besar negara negara tujuan ekspor Sulsel pada bulan Februari 2022 yaitu Jepang dengan nilai US$82,27 juta (62,99 persen), disusul Tiongkok dengan nilai US$42,68 juta (32,68 persen), Taiwan dengan nilai US$1,5 juta (1,15 persen), Australia dengan nilai US$1,26 juta (0,964 persen) dan Timor Leste dengan nilai US$ 1,25 juta (0,959 persen).

Jika dibandingkan dengan Januari 2022, lanjut Suntono, nilai ekspor ke Jepang naik sebesar 8,58 persen, dan ekspor ke Tiongkok naik sebesar 50,78 persen. Sementara nilai ekspor ke Taiwan turun sebesar 37,42 persen.

Baca Juga: Ekonom Sulsel Apresiasi Sistem Padat Karya Usulan Kajati Sulsel

"Kalau dibandingkan dengan Februari 2021, nilai ekspor ke Jepang dan Tiongkok meningkat masing-masing sebesar 6 persen dan 147,61 persen. Sementara ekspor ke Taiwan dan Australia menurun sebesar 44,17 dan 37,97 persen," jelasnya.

Ekspor Sulsel ini dijalankan dari sejumlah pelabuhan. Sebut saja Pelabuhan Malili dengan nilai sebesar US$79,59 juta (60,94 persen), disusul pelabuhan Makassar dengan nilai sebesar US$ 46,57 juta (35,66 persen), dan Pelabuhan Biringkassi dengan nilai US$ 4,01 juta (3,07 persen).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!