Pendapatan LPKR 2021 Naik 38% Jadi Rp16,53 Triliun
Kamis, 07 April 2022 - 13:54 WIB
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), perusahaan real estate dan layanan kesehatan di Indonesia mencatat peningkatan pendapatan sebesar 38% pada 2021 menjadi Rp16,53 triliun .
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) , perusahaan real estate dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia berdasarkan total aset dan pendapatan, berhasil mencatat peningkatan pendapatan sebesar 38% pada tahun 2021 menjadi Rp16,53 triliun dan EBITDA meningkat 94% menjadi Rp3,69 triliun.
Peningkatan pendapatan tersebut antara lain berasal dari pengembangan real estate yang bertumbuh 36% menjadi Rp4,41 triliun. Pendapatan ini ditopang oleh proyek-proyek rumah tapak yang sudah selesai.
(Baca juga:Pendapatan Lippo Karawaci Tembus Rp12,25 Triliun)
Seperti Waterfront Estates Cikarang dan Cendana Homes Lippo Village, serta serah terima unit apartemen di Holland Village Jakarta, Embarcadero Bintaro, Hillcrest dan Fairview Towers Lippo Village, dan Orange County Cikarang.
Selain itu, kinerja pra penjualan juga terus melampaui target. Angka pra penjualan pada tahun 2021 mencapai Rp4,96 triliun, meningkat 86% YoY (year on year) dan 18% di atas target yang telah direvisi naik sebesar Rp4,2 triliun.
Manajemen LPKR memperkirakan momentum penjualan ini akan tetap kuat di tahun 2022 dengan perkiraan kinerja pra penjualan mencapai Rp5,2 triliun atau tumbuh 5% YoY dari angka selama tahun 2021.
Peningkatan pendapatan tersebut antara lain berasal dari pengembangan real estate yang bertumbuh 36% menjadi Rp4,41 triliun. Pendapatan ini ditopang oleh proyek-proyek rumah tapak yang sudah selesai.
(Baca juga:Pendapatan Lippo Karawaci Tembus Rp12,25 Triliun)
Seperti Waterfront Estates Cikarang dan Cendana Homes Lippo Village, serta serah terima unit apartemen di Holland Village Jakarta, Embarcadero Bintaro, Hillcrest dan Fairview Towers Lippo Village, dan Orange County Cikarang.
Selain itu, kinerja pra penjualan juga terus melampaui target. Angka pra penjualan pada tahun 2021 mencapai Rp4,96 triliun, meningkat 86% YoY (year on year) dan 18% di atas target yang telah direvisi naik sebesar Rp4,2 triliun.
Manajemen LPKR memperkirakan momentum penjualan ini akan tetap kuat di tahun 2022 dengan perkiraan kinerja pra penjualan mencapai Rp5,2 triliun atau tumbuh 5% YoY dari angka selama tahun 2021.
Lihat Juga :