Harga BBM Indonesia Termurah di Dunia, Pertamina Beberkan Data dan Faktanya
Senin, 11 April 2022 - 21:10 WIB
Hal ini untuk mendukung upaya stabilitas perekonomian nasional dan menghindari terjadinya kenaikan harga logistik, baik di angkutan barang maupun orang.
Apalagi mengingat 2 jenis produk ini merupakan BBM yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, yaitu sebesar 83% dari total penjualan seluruh BBM retail Pertamina.
"Baik Biosolar maupun Pertalite merupakan jenis BBM yang mendapatkan dukungan dari Pemerintah dalam bentuk subsidi atau kompensasi, sehingga harganya tetap," tuturnya.
Untuk diketahui, setiap 1 liter Biosolar yang dibeli masyarakat, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp7.800. Nilai subsidi ini 150% atau 1,5 kali lebih tinggi dari harga yang dijual ke masyarakat sebesar Rp5.150.
Sedangkan setiap 1 liter Pertalite yang dibeli masyarakat, pemerintah menyubsidi sebesar Rp4.000-4.500 per liter. Nilai subsidi ini juga lebih dari 50% atau setengah dari harga jual ke masyarakat yang sebesar Rp7.650. "Jika kita bandingkan harga rata-rata BBM di Asia, harga di Indonesia masih yang terendah,” tandasnya.
Baca juga: Ini Perbedaan Kandungan Pertamax dan Pertalite, Kendaraan Anda Pakai yang Mana?
Dia lantas merinci harga rata-rata BBM tertinggi adalah di Singapura Rp30.208 per liter, disusul Laos Rp24.767 per liter, Filipina Rp20.828 per liter, Kamboja Rp20.521 per liter, Thailand Rp19.767 per liter, Vietnam Rp18.647 per liter, dan Indonesia rata-rata Rp16.500 per liter.
“Di bawah Indonesia memang ada Malaysia yang harga BBM nya relatif lebih rendah karena adanya perbedaan nilai subsidi,” ucapnya.
Apalagi mengingat 2 jenis produk ini merupakan BBM yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, yaitu sebesar 83% dari total penjualan seluruh BBM retail Pertamina.
"Baik Biosolar maupun Pertalite merupakan jenis BBM yang mendapatkan dukungan dari Pemerintah dalam bentuk subsidi atau kompensasi, sehingga harganya tetap," tuturnya.
Untuk diketahui, setiap 1 liter Biosolar yang dibeli masyarakat, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp7.800. Nilai subsidi ini 150% atau 1,5 kali lebih tinggi dari harga yang dijual ke masyarakat sebesar Rp5.150.
Sedangkan setiap 1 liter Pertalite yang dibeli masyarakat, pemerintah menyubsidi sebesar Rp4.000-4.500 per liter. Nilai subsidi ini juga lebih dari 50% atau setengah dari harga jual ke masyarakat yang sebesar Rp7.650. "Jika kita bandingkan harga rata-rata BBM di Asia, harga di Indonesia masih yang terendah,” tandasnya.
Baca juga: Ini Perbedaan Kandungan Pertamax dan Pertalite, Kendaraan Anda Pakai yang Mana?
Dia lantas merinci harga rata-rata BBM tertinggi adalah di Singapura Rp30.208 per liter, disusul Laos Rp24.767 per liter, Filipina Rp20.828 per liter, Kamboja Rp20.521 per liter, Thailand Rp19.767 per liter, Vietnam Rp18.647 per liter, dan Indonesia rata-rata Rp16.500 per liter.
“Di bawah Indonesia memang ada Malaysia yang harga BBM nya relatif lebih rendah karena adanya perbedaan nilai subsidi,” ucapnya.
Lihat Juga :