BI Kembali Borong Surat Utang Pemerintah Rp17 Triliun hingga April 2022

Selasa, 19 April 2022 - 15:45 WIB
"Penyesuaian secara bertahap GWM Rupiah tahap I dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret 2022 tidak mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN," jelas Perry.

Pada Maret 2022, rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi mencapai 32,11%, meski lebih rendah dibandingkan AL/DPK bulan sebelumnya yang sebesar 32,72%, dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 9,92% (yoy).

Baca juga: Daftar Negara Produsen Smartphone Terbesar di Dunia

"Pada Maret 2022, likuiditas perekonomian juga tetap longgar, tecermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh masing-masing sebesar 18,68% (yoy) dan 13,27% (yoy)," pungkas Perry.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!