Wall Street Dibuka Melemah Dipicu Kekhawatiran Wabah Covid di China dan Suku Bunga Fed
Senin, 25 April 2022 - 22:20 WIB
Tiga indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (25/4/2022). Foto/Ist
JAKARTA - Tiga indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (25/4/2022). Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 79,75 poin atau minus 0,24% di 33.731,65. Kemudian, S&P 500 (SPX) dibuka lebih rendah 16,44 poin atau minus 0,38% di 4.255,34. Sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) merosot 90,12 poin atau minus 0,70% di 12.749,17.
Kekhawatiran wabah Covid-19 di China masih membebani pasar ekuitas di Amerika Serikat (AS) lantaran hal itu dapat mengancam permintaan di tengah kenaikan suku bunga Federal Reserve atau Fed yang agresif.
Warga Beijing dilaporkan mulai memborong sejumlah persediaan bahan pokok menjelang tes Covid-19 serentak di kota terbesar China itu.
Baca juga: China Lockdown, Sri Mulyani: Spill Over-nya ke Seluruh Dunia
Para penduduk mulai khawatir atas kemungkinan penerapan kebijakan lockdown. Hal itu ditakutkan akan mirip dengan yang terjadi di Shanghai beberapa waktu sebelumnya, dilansir Reuters, Senin (25/4/2022).
Sejalan dengan itu, investor juga terus mengamati kelanjutan kenaikan suku bunga bank sentral pada pertemuan pejabat Fed awal bulan depan.
Kekhawatiran wabah Covid-19 di China masih membebani pasar ekuitas di Amerika Serikat (AS) lantaran hal itu dapat mengancam permintaan di tengah kenaikan suku bunga Federal Reserve atau Fed yang agresif.
Warga Beijing dilaporkan mulai memborong sejumlah persediaan bahan pokok menjelang tes Covid-19 serentak di kota terbesar China itu.
Baca juga: China Lockdown, Sri Mulyani: Spill Over-nya ke Seluruh Dunia
Para penduduk mulai khawatir atas kemungkinan penerapan kebijakan lockdown. Hal itu ditakutkan akan mirip dengan yang terjadi di Shanghai beberapa waktu sebelumnya, dilansir Reuters, Senin (25/4/2022).
Sejalan dengan itu, investor juga terus mengamati kelanjutan kenaikan suku bunga bank sentral pada pertemuan pejabat Fed awal bulan depan.
Lihat Juga :