Sanksi Barat ke Rusia Bikin Raksasa Tambang Emas dan Perak Ketar Ketir
Rabu, 27 April 2022 - 11:24 WIB
Polymetal, yang merupakan produsen emas terbesar kedua di Rusia setelah Polyus (PLZL.MM) mengatakan, telah merasionalisasi rencana investasinya, sehingga proyek POX-2, pabrik pengolahan di Rusia, akan menghadapi penundaan selama enam bulan karena tantangan rantai pasokan. Diharapkan proyek itu baru mulai berproduksi pada kuartal kedua tahun 2024.
Perusahaan juga menangguhkan proyek Pacific POX dan saat ini sedang mengevaluasi opsi untuk menempatkan kembali fasilitas pemrosesan ini di Kazakhstan. Awal konstruksi deposit emas Veduga tertunda 12 sampai dengan 18 bulan.
Selain itu Polymetal yang telah menunda keputusan tentang dividen final 2021 hingga Agustus, mengatakan belanja modal 2022 saat ini diperkirakan mencapai USD650 juta di tengah menyusutnya ruang lingkup investasi dan tekanan inflasi.
Baca Juga: Pembalasan Rusia Datang: Pasokan Gas Polandia dan Bulgaria Distop
Polymetal menaikkan panduan biaya menjadi USD850-950 per ons dari kisaran sebelumnya USD850-900, karena inflasi di Rusia dan eskalasi biaya logistik.
Perusahaan juga menangguhkan proyek Pacific POX dan saat ini sedang mengevaluasi opsi untuk menempatkan kembali fasilitas pemrosesan ini di Kazakhstan. Awal konstruksi deposit emas Veduga tertunda 12 sampai dengan 18 bulan.
Selain itu Polymetal yang telah menunda keputusan tentang dividen final 2021 hingga Agustus, mengatakan belanja modal 2022 saat ini diperkirakan mencapai USD650 juta di tengah menyusutnya ruang lingkup investasi dan tekanan inflasi.
Baca Juga: Pembalasan Rusia Datang: Pasokan Gas Polandia dan Bulgaria Distop
Polymetal menaikkan panduan biaya menjadi USD850-950 per ons dari kisaran sebelumnya USD850-900, karena inflasi di Rusia dan eskalasi biaya logistik.
Lihat Juga :