Industri Influencer Marketing RI Senilai Rp14 Triliun Masih Didominasi Kalangan Atas

Rabu, 27 April 2022 - 13:57 WIB
Tren jumlah pengguna medsos yang terus meningkat itu juga terjadi di seluruh dunia dan telah diadopsi oleh pemilik brand dengan spending iklan influencer marketing (medsos) yang terus meningkat.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira, mengatakan penetrasi digital yang makin masif tersebut ternyata justru membuat jurang ketimpangan makin lebar.

Bhima mengutip hasil survey dari Bank Dunia yang menemukan bahwa penetrasi digital di era pandemi hanya memberi kenaikan pendapatan untuk kalangan bawah sebesar 1%, sedangkan bagi kalangan atas kenaikan pendapatan jauh di angka 24%.

Baca juga: Mutasi Polri, Reserse Garang yang Bikin John Kei Cs Bertekuk Lutut Ditarik ke Bareskrim

"Isu kita bukan hanya soal seberapa cepat ekonomi Indonesia pulih, tetapi isu yang lebih fundamental lagi adalah ternyata pascapandemi ini ketimpangan semakin melebar. Yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin. Ini menjadi salah satu isu karena digitalisasi,” kata Bhima Yudhistira dalam webinar bertajuk "Masihkan Pandemi Akan Mengganggu Pertumbuhan Ekonomi 2022", beberapa waktu lalu.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!