Jadi Penyelamat Pembudidaya Ikan, Dua Pemuda Lulusan ITB Ciptakan eFishery

Selasa, 24 Mei 2022 - 08:21 WIB
Lebih detail Chrisna menjelaskan, di bagian bawah tong terdapat lubang buka tutup. Pakan akan berjatuhan ketika pintu katupnya terbuka otomatis. Pakan yang berjatuhan kemudian dilontarkan oleh baling-baling agar masuk ke kolam. Di bagian bawah alat itu juga dipasangi kotak kontrol yang berfungsi mengendalikan alat untuk menghidupkan dan mematikan perangkat.

Di dalam kotak itu juga ada komponen elektronik disertai aplikasi yang membuat mesin itu menjadi pintar dan canggih. Pengguna bisa mengatur jam makan ikan atau udang di kolam, sesuai takaran berdasarkan jumlah, jenis, bobot, dan usia ikan. Pengaturan cukup dilakukan sekali untuk seterusnya dilaksanakan oleh eFishery.

"Jadi para pembudidaya tak perlu datang ke kolam hanya untuk memberi pakan. Semuanya sudah tersistem," katanya.

Selanjutnya, pengguna hanya tinggal menunggu laporan kerja alat dengan cara mengakses ke website dengan akun khusus. Datanya yang tersimpan di server, muncul dalam bentuk tampilan tabel atau grafik, tentang kolam-kolam yang telah diberi pakan serta jumlah pakannya. Jika jaringan Internet buruk, laporan kerja alat tetap bisa terbaca lewat kiriman SMS.

Lewat perangkat hardware yang ia ciptakan bersama rekannya itu, Chrisna bercita-cita ikan bisa menjadi fried fish sebagaimana seperti fried chicken sekarang ini.

"Saya ingin ikan bisa menjadi makanan favorite orang banyak. Kalau ayam bisa menjadi fried chicken, saya ingin suatu saat nanti ikan juga bisa menjadi fried fish," ungkap Chrisna.

Sejak resmi didirikan tahun 2013, ribuan smart feeders telah digunakan dan melayani lebih dari 30.000 pembudidaya dari 24 provinsi di Indonesia. Lalu, seiring berjalannya waktu, rangkaian inovasi yang eFishery ciptakan di antaranya eFarm dan eFisheryKu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!