Dari Batu Bara hingga Emas, Harta Karun Tanah Borneo Bakal Hantarkan RI jadi Negara Maju

Rabu, 25 Mei 2022 - 23:25 WIB
Misalnya komoditas mineral logam seperti emas, galena, seng itu terdapat di kecamatan Kelay, Segah, Tabalar Kalimantan.

Sedangkan untuk mineral bukan logam seperti pasir kuarsa, dolomite, kalsit, batu gamping untuk semen dan clay juga terdapat di kecamatan Gunung Tabur, Pulau Derawan dan Segah, Kalimantan Timur.

Tanah Borneo juga memiliki jenis batuan yang sangat kaya, dari pemetaan Pemkab Berau juga memetakan lokasi potensi adanya batuan granit, granodiorit, andesit, tanah urug, kristal kuarsa, kerikil sungai, batu kali, sirtu, tanah urukan setempat, batugamping, pasir laut. Bebatuan tersebut setidaknya terdapat di kecamatan Kelay, Segah (granit dan granodiortit, kristal kuarsa).

Sedangkan dari sektor migas (minyak dan gas), bahkan presiden Jokowi juga sudah memiliki proyek yang siap digarap di kawasan IKN Nusantara, Kalimantan. Proyek tersebut bakal mengembangkan hulu migas dengan total nilai proyek sebesar USD6,98 miliar.

Mega proyek tersebut yang rencananya bakal beroperasi tahun 2025 adalah proyek gas laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD).

Proyek IDD yang terletak di Kutai Basin, lepas pantai Kalimantan Timur ini terdiri dari Lapangan Bangka, Gendalo Hub dan Gehem Hub.

Nantinya Bila Gendalo dan Gehem Hub ini beroperasi, maka diperkirakan bisa menghasilkan gas sebanyak 844 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 27.000 barel minyak per hari.

Melihat kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, maka pemindahan Ibu Kota bukan hanya sekedar memindahkan pusat administrasi kenegaraan namun bakal menjadi titik kemajuan dari sebuah peradaban.

Terdapat banyak kekayaan sumber daya alam yang bakal dikelola bukan hanya oleh negara juga bersama mitra negara-negara di dunia.

Bahkan, dalam memperingati 1 abad atau 100 tahun kemerdekaan Indonesia, pemerintah optimis di tahun 2045 Indonesia telah berhasil lolos dari negara berpenghasilan menengah atau middle income trap untuk menjadi negara maju.

Tanah Kalimantan bakal menjadi saksi bagaimana sebuah evolusi dari negara berkembang menuju negara maju. Namun, sudah barang tentu akan ada yang ‘digadaikan’, yaitu lingkungan.

Sebuah pulau yang dijuluki sebagai paru-paru dunia karena banyaknya hutan-hutan alami, ke depannya bakal menjadi poros pembangunan, baik infrastruktur maupun perekonomian.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!