Sandiaga Uno: Kampung Tua Bakau Serip Batam Kepri Jadi Pilihan Destinasi Ekowisata Bagi Wisman
Selasa, 31 Mei 2022 - 19:35 WIB
"Ini adalah bagian dari kebangkitan ekonomi kita dan ada beberapa terobosan yang kita bisa kolaborasikan dengan Konsulat Jenderal Singapura di mana anak-anak sekolah yang libur di Singapura bisa mengunjungi Kampung Tua Bakau Serip ini dan belajar tentang konservasi, edukasi tentang ekonomi kreatif, budaya, dan lain sebagainya," kata Sandiaga.
Sandiaga mengungkapkan melalui ajang ADWI 2022 ini diharapkan mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi warga Kampung Tua Bakau Serip. "Saya yakin ini adalah bagian dari tatanan ekonomi baru pascapandemi di mana kita bisa membuka peluang usaha, terutama yang berpihak kepada UMKM dibarengi dengan digitalisasi dan ini nanti diharapkan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya," katanya.
Selain itu, konsep ekowisata ramah lingkungan di Kampung Tua Bakau Serip ini juga seiring dengan upaya pengembangan pariwisata nasional pascapandemi COVID-19 yang berkelanjutan lingkungan dan berbasis komunitas. Sehingga nantinya desa wisata bisa menjadi garda terdepan dari pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.
"Pariwisata kita ke depan adalah pariwisata yang berbasis kualitas dan berkelanjutan jadi ini sesuai dengan apa yang akan kami sampaikan di rangkaian kegiatan G20 bahwa pariwisata Indonesia adalah pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, berbasis komunitas," ujar Sandiaga.
Hal ini disambut baik oleh perwakilan pengelola Kampung Tua Bakau Serip, Gery. Gery mengatakan Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip awalnya merupakan tempat pembuangan sampah yang berubah fungsi menjadi desa wisata pada 2018.
Sandiaga mengungkapkan melalui ajang ADWI 2022 ini diharapkan mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi warga Kampung Tua Bakau Serip. "Saya yakin ini adalah bagian dari tatanan ekonomi baru pascapandemi di mana kita bisa membuka peluang usaha, terutama yang berpihak kepada UMKM dibarengi dengan digitalisasi dan ini nanti diharapkan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya," katanya.
Selain itu, konsep ekowisata ramah lingkungan di Kampung Tua Bakau Serip ini juga seiring dengan upaya pengembangan pariwisata nasional pascapandemi COVID-19 yang berkelanjutan lingkungan dan berbasis komunitas. Sehingga nantinya desa wisata bisa menjadi garda terdepan dari pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.
"Pariwisata kita ke depan adalah pariwisata yang berbasis kualitas dan berkelanjutan jadi ini sesuai dengan apa yang akan kami sampaikan di rangkaian kegiatan G20 bahwa pariwisata Indonesia adalah pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, berbasis komunitas," ujar Sandiaga.
Hal ini disambut baik oleh perwakilan pengelola Kampung Tua Bakau Serip, Gery. Gery mengatakan Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip awalnya merupakan tempat pembuangan sampah yang berubah fungsi menjadi desa wisata pada 2018.
Lihat Juga :