Hary Tanoesoedibjo Ungkap Potensi Pertumbuhan Global Mediacom di 2022

Jum'at, 03 Juni 2022 - 19:43 WIB
Penopang pendapatan BMTR berasal dari iklan dan konten. Segmen iklan non-digital memberi pendapatan sebesar Rp7,18 triliun, atau tumbuh 10,27% dari tahun 2020. Sedangkan iklan digital sebanyak Rp2,00 triliun.

Adapun iklan dari konten menyumbang pendapatan sebesar Rp9,62 triliun, sedangkan TV berbayar dan broadband senilai Rp3,74 triliun. Hary menyebut potensi pertumbuhan perseroan berasal dari tiga hal yakni super-apps RCTI+, konten gim digital, hingga layanan video on demand, Vision+.

Peluang pertumbuhan dari basis gim digital, terang Hary, begitu menjanjikan. Pasalnya, beban biaya yang ditimbulkan tidak terlalu mahal dibandingkan prospek bisnis lainnya.

"Bisnis game itu biayanya tidak terlalu mahal. Kalau seperti e-commerce itu besar sekali pengeluarannya, kalau game jauh lebih kecil," ungkap Hary.

Hary menggarisbawahi, bahwa perseroan saat ini sedang membuka peluang kerja sama dengan mitra baik di tingkat domestik maupun mancanegara, terutama untuk menggarap Vision+, sebagai layanan on-demand. "Karena kalau mau berkembang sampai ke luar negeri, kita musti bekerja sama dengan pihak lain di sana," tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!