Kisah 1 Abad Pabrik Kertas Pertama di Indonesia, Beradaptasi Agar Tak Tergerus Zaman

Minggu, 05 Juni 2022 - 03:21 WIB
Dalam setahun, pabrik yang dulunya bernama NV. Papier Fabriek Padalarang yang merupakan cabang dari NV. Papier Fabriek Nijmegan, Belanda ini dapat memproduksi 4.000 ton kertas untuk kebutuhan pelanggannya pada sejumlah instansi. Jumlah kapasitas tersebut menjadikan PT Kertas Padalarang menjadi pabrik kertas terbesar di Indonesia pada masanya.

Kini seiring dengan adanya disrupsi digital di seluruh lini kehidupan masyarakat, PT Kertas Padalarang terus berinovasi dan beradaptasi agar tidak tergerus oleh zaman. Perluasan bisnis mulai ditempuh tidak hanya melayani kebutuhan pemerintah saja akan tetapi juga melayani permintaan pelanggan dari perusahaan swasta dari berbagai sektor.

Perkuat Supply Chain Peruri

Guna memperkuat dan memberikan jaminan pasokan bahan baku kertas sekuriti Peruri dalam memproduksi produk pita cukai, meterai dan dokumen pertanahan, pada 2011 Peruri mengakuisisi PT Kertas Padalarang dengan kepemilikan saham sampai dengan saat ini sebesar 93,23% dan pemilik saham lainnnya yaitu PT Pengelola Investama Mandiri (PIM) sebesar 6,77%.

Keuntungan proses akusisi tersebut sangat dirasakan oleh Peruri yaitu mensubtitusi produk kertas impor sehingga proses mendapatkan bahan baku kertas menjadi lebih singkat, pemesanan dengan jumlah kuantiti yang lebih fleksibel sehingga memberikan efisiensi dari segi waktu dan biaya.

PT Kertas Padalarang yang saat ini memiliki branding sebagai Peruri Security Papermill berkomitmen untuk mendukung Peruri meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) berbahan baku lokal dalam produksi kertas pita cukai dan meterai tempel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!