Ketidakpastian Global Jadi Tantangan Menjaga Pasar Keuangan RI
Senin, 06 Juni 2022 - 13:42 WIB
Sinkronisasi kebijakan dalam konteks stabilitas, menurutnya, harus dikoordinasikan dengan kebijakan fiskal dan moneter yang berada di luar kontrol OJK.
"Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan baik, maka OJK berpotensi menjadi Lembaga reaktif yang berfungsi sebagai pemadam kebakaran saja," tuturnya.
Deni menyarankan agar OJK tidak mudah terpukau dengan data BPS. Akan lebih baik apabila OJK membuat seluruh data sektor keuangan menjadi transparan dan real time. Mudah diakses publik dengan akurasi tinggi.
"Menciptakan unit wake up call khusus yang memantau secara seksama perubahan makroekonomi dunia saat ini yang berpotensi merusak sistem keuangan nasional," tuturnya.
IMF memproyeksikan inflasi global pada 2022 mencapai 5,7% di negara maju, 8,7% untuk negara berkembang.
Selain itu, IMF memproyeksikan angka pertumbuhan 6,1% (2021), merosot menjadi 3,6% untuk 2022. Sedangkan untuk 2023, IMF proyeksikan perekonomian global hanya tumbuh 3,3%.
"Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan baik, maka OJK berpotensi menjadi Lembaga reaktif yang berfungsi sebagai pemadam kebakaran saja," tuturnya.
Deni menyarankan agar OJK tidak mudah terpukau dengan data BPS. Akan lebih baik apabila OJK membuat seluruh data sektor keuangan menjadi transparan dan real time. Mudah diakses publik dengan akurasi tinggi.
"Menciptakan unit wake up call khusus yang memantau secara seksama perubahan makroekonomi dunia saat ini yang berpotensi merusak sistem keuangan nasional," tuturnya.
IMF memproyeksikan inflasi global pada 2022 mencapai 5,7% di negara maju, 8,7% untuk negara berkembang.
Selain itu, IMF memproyeksikan angka pertumbuhan 6,1% (2021), merosot menjadi 3,6% untuk 2022. Sedangkan untuk 2023, IMF proyeksikan perekonomian global hanya tumbuh 3,3%.
Lihat Juga :