Kontribusi Sektor Kehutanan Minim, Sri Mulyani: It doesn't Sounds Right

Selasa, 28 Juni 2022 - 17:10 WIB
"Kontribusi ini lebih tinggi dibanding kontribusi pada tahun 2020 yang mencapai Rp108,6 triliun atau 0,70% dari PDB. Dilihat kontribusinya Rp91 triliun hingga Rp112 triliun, itu masih sangat kecil. Jadi kuantitas terhadap GDP share memang kecil kurang dari 1%, hanya sekitar 0,6-0,7%," lanjut Sri.

Sri juga menyoroti bahwa ada yang salah dengan situasi ini, dan dia mencatat pula bahwa di tahun 2020, pertumbuhannya menurun menjadi 4,3%. Sementara itu di tahun 2021, sektor kehutanan hanya tumbuh 3,1%. Dilihat dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), kontribusinya hanya sekitar 5,6%.

Padahal hingga Mei 2022, penerimaan perpajakan sudah mencapai Rp846,1 triliun dari target APBN yang sebesar Rp1.510 triliun. Penerimaan perpajakan ini tumbuh 51,4%, lebih tinggi dibanding 49,1% pada April 2022.

Baca juga: Kode Redeem FF Free Fire Minggu 26 Juni 2022, Ini Item yang Kamu Cari!

"Ini kita sebagai negara yang punya hutan tutup tropis dan bahkan sekarang ini banyak yang sudah menjadi hutan industri, rasanya kontribusi kurang dari 1%, it doesn't sounds right. Pasti ada hal-hal yang perlu kita benahi bersama," pungkas Sri.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!