Kontribusi Sektor Kehutanan Minim, Sri Mulyani: It doesn't Sounds Right

Selasa, 28 Juni 2022 - 17:10 WIB
loading...
Kontribusi Sektor Kehutanan...
Sri Mulyani mempertanyakan kontribusi sektor kehutanan terhadap PDB yang terbilang minim. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluhkan soal minimnya kontribusi sektor kehutanan dan perikanan terhadap PDB Indonesia. Kondisi itu tentunya berarti porsi kedua sektor tersebut tidak berimplikasi banyak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di tengah kondisi saat ini.

Baca juga: Layaknya di Era 80-an, Menko Airlangga Ingin Sektor Kehutanan Kembali Merambah Dunia

Dia menyayangkan bahwa Indonesia selama ini dijuluki sebagai negara agraris dan juga sempat menjadi paru-paru dunia, tetapi kontribusi kedua sektor tersebut sangatlah minim.

"Indonesia itu isinya hutan sama perikanan tapi dua sektor ini kontribusi ke dalam GDP (PDB) kita is almost nothing. Enggak benar itu berarti," ujar Sri dalam Kongres Kehutanan Indonesia VII 2022 di Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Dia mencatat bahwa kontribusi PDB nominal dari sub sektor kehutanan pada tahun 2017-2021 kurang dari 1%, dengan kisaran 0,6-0,7%. Kontribusinya pada tahun 2021 hanya sekitar Rp112 triliun atau setara 0,66% dari PDB.

"Kontribusi ini lebih tinggi dibanding kontribusi pada tahun 2020 yang mencapai Rp108,6 triliun atau 0,70% dari PDB. Dilihat kontribusinya Rp91 triliun hingga Rp112 triliun, itu masih sangat kecil. Jadi kuantitas terhadap GDP share memang kecil kurang dari 1%, hanya sekitar 0,6-0,7%," lanjut Sri.

Sri juga menyoroti bahwa ada yang salah dengan situasi ini, dan dia mencatat pula bahwa di tahun 2020, pertumbuhannya menurun menjadi 4,3%. Sementara itu di tahun 2021, sektor kehutanan hanya tumbuh 3,1%. Dilihat dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), kontribusinya hanya sekitar 5,6%.

Padahal hingga Mei 2022, penerimaan perpajakan sudah mencapai Rp846,1 triliun dari target APBN yang sebesar Rp1.510 triliun. Penerimaan perpajakan ini tumbuh 51,4%, lebih tinggi dibanding 49,1% pada April 2022.

Baca juga: Kode Redeem FF Free Fire Minggu 26 Juni 2022, Ini Item yang Kamu Cari!

"Ini kita sebagai negara yang punya hutan tutup tropis dan bahkan sekarang ini banyak yang sudah menjadi hutan industri, rasanya kontribusi kurang dari 1%, it doesn't sounds right. Pasti ada hal-hal yang perlu kita benahi bersama," pungkas Sri.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Jelang Demo Mahasiswa...
Jelang Demo Mahasiswa BEM UI, Arus Lalu Lintas di Bundaran HI Masih Ramai Lancar
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Cut Meyriska dan Roger...
Cut Meyriska dan Roger Danuarta Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Imbas Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Infografis
Sektor Keuangan Akan...
Sektor Keuangan Akan jadi Sasaran Ancaman Siber di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved