Butuh Biaya Besar, Pembangunan Green Port Perlu Komitmen Serius

Jum'at, 01 Juli 2022 - 20:34 WIB
Penanaman bibit mangrove di hutan bakau di areal Terminal Umum BUP Karya Citra Nusantara. Foto/Kontributor MPI
JAKARTA - Pembangunan pelabuhan berkonsep green port atau pelabuhan ramah lingkungan membutuhkan komitmen serius mengingat biayanya yang fantastis.

“Intinya komitmen dari semua pihak terutama manajemen karena kaitannya dengan biaya yang harus dikeluarkan,” ujar Kepala Divisi Revegetasi Pusat Studi Reklamasi Tambang LPPM IPB Sri Wilarso Budi Sri Wilarso, Jumat (1/7/2022).



Menurut dia, salah satu unsur dari green port adalah penanaman pohon di kawasan pelabuhan. Namun, penanaman pohon di pelabuhan relatif lebih sulit terutama pelabuhan yang kawasannya berdiri di atas tanah hasil revitalisasi.

“Di tempat yang bukan hasil timbunan, membuat lubang secara manual bisa tapi kalau di tempat timbunan untuk bikin lubang saja harus pakai alat berat, belum biaya mendatangkan tanah-tanah dari luar,” tuturnya.

Baca juga: Kemenhub Targetkan Bangun 29 Pelabuhan Penyeberangan Tahun Ini

Sri mengapresiasi pelabuhan yang berkomitmen beralih menjadi green port seperti yang dilakukan oleh Badan Usaha Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN) .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!