Rupiah Nyaris Tembus Rp15.000/USD, Ekonom: BI Perlu Segera Naikkan Suku Bunga
Selasa, 05 Juli 2022 - 09:29 WIB
"Situasi currency missmatch akan mendorong swasta lakukan berbagai cara salah satunya efisiensi operasional. Tidak semua perusahaan swasta yang memiliki ULN lakukan hedging," terang Bhima.
Baca Juga: Seharian Merah, IHSG Hari Ini Ditutup Koreksi ke Level 6.639
Selain itu, pelemahan kurs rupiah mendorong percepatan kenaikan suku bunga acuan. "BI (Bank Indonesia) perlu naikkan 25-50 bps suku bunga untuk tahan aliran modal keluar. Tapi menaikkan suku bunga acuan berimbas kepada pelaku usaha korporasi, UMKM maupun konsumen. Cicilan KPR dan kendaraan bermotor bisa lebih mahal," pungkas Bhima.
Baca Juga: Seharian Merah, IHSG Hari Ini Ditutup Koreksi ke Level 6.639
Selain itu, pelemahan kurs rupiah mendorong percepatan kenaikan suku bunga acuan. "BI (Bank Indonesia) perlu naikkan 25-50 bps suku bunga untuk tahan aliran modal keluar. Tapi menaikkan suku bunga acuan berimbas kepada pelaku usaha korporasi, UMKM maupun konsumen. Cicilan KPR dan kendaraan bermotor bisa lebih mahal," pungkas Bhima.
(akr)
Lihat Juga :