Digitalisasi Bikin Permintaan Pembiayaan Elektronik dan Gadget Meningkat
Kamis, 07 Juli 2022 - 19:21 WIB
Digitalisasi berdampak pada permintaan gadget. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Digitalisasi terjadi secara besar-besaran sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap kondisi yang terjadi. Digitalisasi dapat dilihat dari meningkatnya jumlah permintaan pembiayaan produk gadget dan elektronik saat ini.
Baca juga: Masuk ke Ekosistem Digital, UMKM Butuh Banyak Generasi Muda
"Dorongan pemerintah untuk beraktivitas di rumah semasa pandemi telah mengubah kebiasaan seluruh lapisan masyarakat untuk beraktivitas dengan menggunakan produk digital, sehingga perubahan ini mendorong peningkatan permintaan masyarakat terhadap produk seperti elektronik maupun gadget,” kata CEO PT Federal International Finance (FIFGROUP) Margono Tanuwijaya, Kamis (7/7/2022).
Membenarkan pernyataan tersebut, Presdir Astra Multifinance (AMF) FIFGROUP Ardian Prasetya menyebutkan, dari keseluruhan pembiayaan lini bisnis Spektra, yaitu elektronik, gadget, dan perabotan rumah tangga, produk gadget menjadi kontributor terbesar pada penyaluran pembiayaan.
“Sebanyak 58% merupakan pembiayaan produk gadget, 28% pembiayaan produk elektronik, dan selebihnya pembiayaan perabotan rumah tanggan dan produk lainnya,” kata Ardian.
Baca juga: Masuk ke Ekosistem Digital, UMKM Butuh Banyak Generasi Muda
"Dorongan pemerintah untuk beraktivitas di rumah semasa pandemi telah mengubah kebiasaan seluruh lapisan masyarakat untuk beraktivitas dengan menggunakan produk digital, sehingga perubahan ini mendorong peningkatan permintaan masyarakat terhadap produk seperti elektronik maupun gadget,” kata CEO PT Federal International Finance (FIFGROUP) Margono Tanuwijaya, Kamis (7/7/2022).
Membenarkan pernyataan tersebut, Presdir Astra Multifinance (AMF) FIFGROUP Ardian Prasetya menyebutkan, dari keseluruhan pembiayaan lini bisnis Spektra, yaitu elektronik, gadget, dan perabotan rumah tangga, produk gadget menjadi kontributor terbesar pada penyaluran pembiayaan.
“Sebanyak 58% merupakan pembiayaan produk gadget, 28% pembiayaan produk elektronik, dan selebihnya pembiayaan perabotan rumah tanggan dan produk lainnya,” kata Ardian.
Lihat Juga :