Menteri ESDM: Kontribusi Industri Hulu Migas Capai Rp145 Triliun
Senin, 11 Juli 2022 - 17:15 WIB
Meskipun produksi dan lifting masih mengalami tantangan, industri hulu migas pada semester I-2022 telah meraih beberapa capaian yang positif, utamanya adalah penerimaan negara yang sudah mencapai USD 9,7 miliar. Reserve replacement ratio (RRR) yang sudah di angka 77 persen, serta cost recovery berhasil dijaga di level rendah sebesar USD 3,2 Miliar.
Menteri Arifin menyampaikan, tantangan industri hulu migas sebagai dampak dari pandemi Covid-19 dan tantangan di era transisi energi, serta perubahan peran industri hulu migas di masa mendatang yang akan menjadi bahan baku industri.
Arifin juga memberikan pesan, agar di tengah harga minyak dunia yang tinggi, dengan Indonesian Crude Price (ICP) pada Juni yang sudah mencapai USD 117 per barel, diharapkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dapat menjaga dan meningkatkan produksi dan lifting minyak dan gas untuk memenuhi kebutuhan migas dalam negeri.
“Forum ini menjadi kesempatan para CEO untuk dapat melakukan review capaian setengah tahun pertama 2022 dan memaksimalkan sisa tahun ini. Hal ini sebagai sebagai pijakan turnover menuju 2030. Mari kita tekadkan, bahwa produksi meningkat dan tidak ada penurunan," kata Arifin.
Tingginya harga minyak dan gas dunia menjadi kesempatan emas bagi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Kenaikan ini dapat mendorong peningkatan produksi Kontraktor Kontrak Kerja Sama.
Menteri Arifin menyampaikan, tantangan industri hulu migas sebagai dampak dari pandemi Covid-19 dan tantangan di era transisi energi, serta perubahan peran industri hulu migas di masa mendatang yang akan menjadi bahan baku industri.
Arifin juga memberikan pesan, agar di tengah harga minyak dunia yang tinggi, dengan Indonesian Crude Price (ICP) pada Juni yang sudah mencapai USD 117 per barel, diharapkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dapat menjaga dan meningkatkan produksi dan lifting minyak dan gas untuk memenuhi kebutuhan migas dalam negeri.
“Forum ini menjadi kesempatan para CEO untuk dapat melakukan review capaian setengah tahun pertama 2022 dan memaksimalkan sisa tahun ini. Hal ini sebagai sebagai pijakan turnover menuju 2030. Mari kita tekadkan, bahwa produksi meningkat dan tidak ada penurunan," kata Arifin.
Tingginya harga minyak dan gas dunia menjadi kesempatan emas bagi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Kenaikan ini dapat mendorong peningkatan produksi Kontraktor Kontrak Kerja Sama.
Lihat Juga :