Harga Minyak Bergolak Jelang Rilis Kebijakan Suku Bunga The Fed
Rabu, 27 Juli 2022 - 10:48 WIB
Selain sentimen The Fed, pasar minyak juga mencermati laporan kelompok industri American Petroleum Institute (API) yang mencatatkan penurunan persediaan minyak sebesar 4 juta barel pada pekan lalu. Hal tersebut melebihi ekspektasi analis yang memperkirakan 1 juta barel.
Sementara itu, data API juga menunjukkan persediaan bensin turun 1,1 juta barel, lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 3,5 juta barel. Pasar menantikan rilis laporan Badan Administrasi Informasi Energi dari pemerintah AS yang dijadwalkan hari ini, dilansir Reuters, Rabu (27/7/2022).
Katalis pendorong naik harga minyak juga datang dari ekspektasi tekanan gas yang lebih ketat di Eropa setelah produsen dari Rusia, Gazprom, mengatakan akan memotong aliran melalui pipa Nord Stream 1 ke Jerman menjadi seperlima dari kapasitas.
Baca juga: Profil Aipda Rohimah, Polwan Polsek Muara Gembong yang Gagas Gerakan Seribu Koin
Negara-negara Uni Eropa pada Selasa lalu (25/7/2022) menyetujui rencana darurat mingguan untuk membatasi permintaan, setelah sebelumnya menyepakati pembatasan pengurangan untuk beberapa negara.
Sementara itu, data API juga menunjukkan persediaan bensin turun 1,1 juta barel, lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 3,5 juta barel. Pasar menantikan rilis laporan Badan Administrasi Informasi Energi dari pemerintah AS yang dijadwalkan hari ini, dilansir Reuters, Rabu (27/7/2022).
Katalis pendorong naik harga minyak juga datang dari ekspektasi tekanan gas yang lebih ketat di Eropa setelah produsen dari Rusia, Gazprom, mengatakan akan memotong aliran melalui pipa Nord Stream 1 ke Jerman menjadi seperlima dari kapasitas.
Baca juga: Profil Aipda Rohimah, Polwan Polsek Muara Gembong yang Gagas Gerakan Seribu Koin
Negara-negara Uni Eropa pada Selasa lalu (25/7/2022) menyetujui rencana darurat mingguan untuk membatasi permintaan, setelah sebelumnya menyepakati pembatasan pengurangan untuk beberapa negara.
(uka)
Lihat Juga :