Wall Street Ditutup Naik Usai Fed Dongkrak Suku Bunga
Kamis, 28 Juli 2022 - 07:17 WIB
Wall Street ditutup menguat menyusul pengumuman kenaikan suku bunga Fed. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Wall Street ditutup dengan Nasdaq melonjak lebih dari 4% pada perdagangan Rabu (27/7/2022) waktu setempat dalam persentase kenaikan harian terbesar sejak April 2020.
Hal itu menyusul Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed yang menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan. Juga, komentar Ketua The Fed Jerome Powell meredakan beberapa kekhawatiran investor tentang laju kenaikan suku bunga.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 436,05 poin, atau 1,37%, menjadi 32.197,59, S&P 500 (.SPX) naik 102,56 poin, atau 2,62%, menjadi 4.023,61 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 469,85 poin, atau 4,06%, menjadi 12.032,42.
Laporan kuartalan dari Microsoft Corp (MSFT.O), Alphabet Inc (GOOGL.O) dan lainnya menambah nada optimis perdagangan hari ini.
Indeks pertumbuhan S&P 500 (.IGX) melonjak 3,9% dan juga mencatatkan persentase kenaikan satu hari terbesar sejak April 2020.
Saham-saham teknologi dan pertumbuhan, yang penilaiannya lebih bergantung pada arus kas masa depan, termasuk yang paling terpukul tahun ini.
Hal itu menyusul Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed yang menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan. Juga, komentar Ketua The Fed Jerome Powell meredakan beberapa kekhawatiran investor tentang laju kenaikan suku bunga.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 436,05 poin, atau 1,37%, menjadi 32.197,59, S&P 500 (.SPX) naik 102,56 poin, atau 2,62%, menjadi 4.023,61 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 469,85 poin, atau 4,06%, menjadi 12.032,42.
Laporan kuartalan dari Microsoft Corp (MSFT.O), Alphabet Inc (GOOGL.O) dan lainnya menambah nada optimis perdagangan hari ini.
Indeks pertumbuhan S&P 500 (.IGX) melonjak 3,9% dan juga mencatatkan persentase kenaikan satu hari terbesar sejak April 2020.
Saham-saham teknologi dan pertumbuhan, yang penilaiannya lebih bergantung pada arus kas masa depan, termasuk yang paling terpukul tahun ini.
Lihat Juga :