Andalan Sri Mulyani, PNBP dari SDA Sumbang Rp149,5 Triliun ke Negara
Rabu, 03 Agustus 2022 - 11:31 WIB
"Kita perlu memulihkan kembali agar kemiskinan menurun masuk single digit secara signifikan, dan kita perlu memulihkan pertumbuhan ekonomi, memulihkan untuk menciptakan kesempatan kerja sehingga mereka yang kehilangan kesempatan kerja dan pendapatan selama pandemi bisa kembali pulih," jelas Sri.
Baca Juga: Sri Mulyani: Penerimaan Negara Naik Terus, Pemulihan Ekonomi Menggeliat
Dia mengatakan, proses ini membutuhkan upaya dan sumber daya yang luar biasa. "Pendapatan dari SDA menjadi sesuatu yang diandalkan dalam kondisi seperti ini," beber Sri Mulyani.
Mantan Direktur Bank Dunia itu menyebutkan, bahwa Indonesia sudah memasuki tahun ketiga dari pandemi COVID-19 dan dalam proses pemulihan yang tidak mudah dari shock yang sangat luar biasa akibat pandemi dan juga dinamika geopolitik.
Perang Rusia-Ukraina berdampak sangat besar terhadap kondisi ekonomi global, khususnya terhadap harga-harga komoditas.
"Disrupsi sisi supply yang awalnya karena pandemi yang menyebabkan masyarakat tidak bisa melakukan kegiatan secara normal, ditambah dengan disrupsi akibat perang menyebabkan pasokan khususnya pangan dan energi sangat terganggu, dan ini kemudian menyebabkan kenaikan inflasi yang luar biasa tinggi di seluruh dunia.
Baca Juga: Sri Mulyani: Penerimaan Negara Naik Terus, Pemulihan Ekonomi Menggeliat
Dia mengatakan, proses ini membutuhkan upaya dan sumber daya yang luar biasa. "Pendapatan dari SDA menjadi sesuatu yang diandalkan dalam kondisi seperti ini," beber Sri Mulyani.
Mantan Direktur Bank Dunia itu menyebutkan, bahwa Indonesia sudah memasuki tahun ketiga dari pandemi COVID-19 dan dalam proses pemulihan yang tidak mudah dari shock yang sangat luar biasa akibat pandemi dan juga dinamika geopolitik.
Perang Rusia-Ukraina berdampak sangat besar terhadap kondisi ekonomi global, khususnya terhadap harga-harga komoditas.
"Disrupsi sisi supply yang awalnya karena pandemi yang menyebabkan masyarakat tidak bisa melakukan kegiatan secara normal, ditambah dengan disrupsi akibat perang menyebabkan pasokan khususnya pangan dan energi sangat terganggu, dan ini kemudian menyebabkan kenaikan inflasi yang luar biasa tinggi di seluruh dunia.
Lihat Juga :