Pendapatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp2,7 T Setahun, Anggota DPR: Butuh Ratusan Tahun Baru BEP

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 19:10 WIB
Namun, sambung dia, tidak ada bisnis yang hanya dihitung pendapatannya saja, sebab ada biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan, termasuk biaya operasional.

"Kalau kita anggap proyek ini untungnya 10% dari pendapatan, maka butuh waktu ratusan tahun. Jadi, butuh waktu ratusan tahun proyek ini baru BEP (Break Even Point)," ujarnya.

Baca juga: Soal Investor Baru Kereta Cepat, Erick Thohir Bawa-bawa Garuda

Dia menganggap bahwa proyek KCJB sangat tidak masuk akal secara hitungan bisnis dan hanya akan menjadikan BUMN semakin tertatih. Selain itu, dari sisi benefit pun, menurutnya, proyek KCJB tidak menghasilkan benefit apapun.

"Iklim usaha apa di lintasan itu, masyarakat apa dengan jenis usaha apa yang bisa ditumbuhkan, itu tidak ada. Jadi daya ungkit ekonomi tidak ada, malah yang terjadi dampak sosialnya yang besar," cetusnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!