Warren Buffett Kena Apes: Perusahaannya Tekor Rp657 Triliun
Minggu, 07 Agustus 2022 - 15:30 WIB
Meskipun kerugian bersih besar, "Hasil menunjukkan ketahanan Berkshire. Bisnis berkinerja baik meskipun suku bunga lebih tinggi akibat tekanan inflasi dan kekhawatiran geopolitik. Ini memberi saya kepercayaan pada perusahaan jika ada resesi," kata James Shanahan, seorang analis Edward Jones & Co dikutip dari Reuters, Minggu (7/8/2022).
Diketahui, Berkshire juga memperlambat pembelian sahamnya, termasuk miliknya sendiri, meskipun masih memiliki USD105,4 miliar uang tunai yang dapat digunakan. Investor mengamati Berkshire dengan cermat karena reputasi Buffett, dan karena hasil dari lusinan unit operasi konglomerat yang berbasis di Nebraska, Omaha, itu sering mencerminkan tren ekonomi yang lebih luas.
Unit-unit tersebut termasuk berpenghasilan tetap seperti perusahaan energi Senama, beberapa perusahaan industri, dan merek konsumen yang sudah dikenal seperti Dairy Queen, Duracell, Fruit of the Loom dan See's Candies.
Baca juga: 10 Poin Penting Tentang Puasa Asyura, Nomor 3 Jarang Diketahui
"Berkshire adalah mikrokosmos dari ekonomi yang lebih luas," kata Cathy Seifert, analis CFRA Research dengan peringkat "hold" di Berkshire. "Banyak bisnis menikmati peningkatan permintaan, tetapi mereka tidak kebal terhadap biaya input yang lebih tinggi dari inflasi," tandasnya.
Diketahui, Berkshire juga memperlambat pembelian sahamnya, termasuk miliknya sendiri, meskipun masih memiliki USD105,4 miliar uang tunai yang dapat digunakan. Investor mengamati Berkshire dengan cermat karena reputasi Buffett, dan karena hasil dari lusinan unit operasi konglomerat yang berbasis di Nebraska, Omaha, itu sering mencerminkan tren ekonomi yang lebih luas.
Unit-unit tersebut termasuk berpenghasilan tetap seperti perusahaan energi Senama, beberapa perusahaan industri, dan merek konsumen yang sudah dikenal seperti Dairy Queen, Duracell, Fruit of the Loom dan See's Candies.
Baca juga: 10 Poin Penting Tentang Puasa Asyura, Nomor 3 Jarang Diketahui
"Berkshire adalah mikrokosmos dari ekonomi yang lebih luas," kata Cathy Seifert, analis CFRA Research dengan peringkat "hold" di Berkshire. "Banyak bisnis menikmati peningkatan permintaan, tetapi mereka tidak kebal terhadap biaya input yang lebih tinggi dari inflasi," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :