Pemahaman dan Kecakapan Digital jadi Bekal UMKM Perluas Pasar
Rabu, 10 Agustus 2022 - 22:12 WIB
“Inovasi tidak hanya dilakukan oleh Gojek ataupun Grab, tapi UMKM juga harus berinovasi,” tandas Pemilik Gerbong Kopi itu, dikutip Rabu (10/8/2022).
Baca juga: 86% Pelaku UMKM Menggantungkan Nasibnya pada Internet
Untuk bisa berinovasi, sambung dia, pelaku usaha harus dapat memanfaatkan media sosial yang ada. “Misalnya kebutuhan untuk belajar dan memahami sesuatu kita tidak lagi dibatasi dengan jarak dan letak geografis, tapi dengan adanya Youtube kita bisa belajar apapun di sana,” ujarnya dalam webinar yang khususnya ditujukan bagi komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya itu.
Sementara itu, dosen yang juga aktif sebagai Relawan TIK dan Pandu Digital Indonesia Shalahuddin menekankan pentingnya mengubah perilaku konsumtif menjadi lebih produktif di dunia maya.
Dia menjelaskan, orientasi manusia untuk berperilaku konsumtif dipengaruhi empat hal, yakni untuk bertahan, memenuhi kebutuhan hidup, memuaskan hasrat atau keinginan, serta sebagai gaya hidup.
Sekarang ini, budaya konsumtif semakin terdorong seiring dengan perkembangan teknologi digital. Tanpa perlu keluar rumah, warganet bisa memanfaatkan internet untuk berbelanja, yakni dengan kehadiran toko online, fasilitas ojek online, penawaran penjualan paket wisata, serta aplikasi keuangan.
Untuk menanggulangi perilaku konsumtif, kata Shalahuddin, warganet harus dapat mengelola pandangan hidupnya karena semua agama tidak menyuruh umatnya untuk hidup berlebih-lebihan.
Baca juga: 86% Pelaku UMKM Menggantungkan Nasibnya pada Internet
Untuk bisa berinovasi, sambung dia, pelaku usaha harus dapat memanfaatkan media sosial yang ada. “Misalnya kebutuhan untuk belajar dan memahami sesuatu kita tidak lagi dibatasi dengan jarak dan letak geografis, tapi dengan adanya Youtube kita bisa belajar apapun di sana,” ujarnya dalam webinar yang khususnya ditujukan bagi komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya itu.
Sementara itu, dosen yang juga aktif sebagai Relawan TIK dan Pandu Digital Indonesia Shalahuddin menekankan pentingnya mengubah perilaku konsumtif menjadi lebih produktif di dunia maya.
Dia menjelaskan, orientasi manusia untuk berperilaku konsumtif dipengaruhi empat hal, yakni untuk bertahan, memenuhi kebutuhan hidup, memuaskan hasrat atau keinginan, serta sebagai gaya hidup.
Sekarang ini, budaya konsumtif semakin terdorong seiring dengan perkembangan teknologi digital. Tanpa perlu keluar rumah, warganet bisa memanfaatkan internet untuk berbelanja, yakni dengan kehadiran toko online, fasilitas ojek online, penawaran penjualan paket wisata, serta aplikasi keuangan.
Untuk menanggulangi perilaku konsumtif, kata Shalahuddin, warganet harus dapat mengelola pandangan hidupnya karena semua agama tidak menyuruh umatnya untuk hidup berlebih-lebihan.
Lihat Juga :