Krisis Covid-19, Pemerintah Harus Memikirkan Tiga Langkah Kedepan

Selasa, 30 Juni 2020 - 11:43 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan krisis yang terjadi akibat pandemi Covid-19 saat ini, sangat berbeda dengan krisis keuangan Asia 1998 maupun krisis keuangan 2008 yang berpusat di Amerika Serikat. Pandemi Covid-19 telah membuat ketidakpastian global dan berdampak pada semua sektor, mulai publik hingga swasta. Membuat pemerintah berjibaku menghadapi tantangan akibat pandemi.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi krisis akibat pandemi adalah menyiapkan stimulus fiskal sebanyak Rp695,2 triliun dan memperlebar defisit APBN hingga 6,34% dari PDB.



"Krisis kali ini berbeda sekali karena kita harus melindungi manusia dan perekonomiannya sekaligus. Untuk membendung penyebaran virus, kita harus membatasi pergerakan manusia. Itu salah satu shock besar karena tidak pernah terjadi sebelumnya, jadi kita harus memikirkan dua sampai tiga langkah kedepan," tandas Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (30/6/2020). Baca: Pemulihan Ekonomi, Kemenkeu: BI Akan Tanggung 100% Beban Bunga Utang

Lanjut dia, untuk mengatasinya, pemerintah langsung merespons dengan cepat yaitu dengan melakukan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pandemi Covid-19 ini memukul perekonomian masyarakat secara luas, termasuk rumah tangga dan pelaku usaha.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!