Tiga Angka Nol Rupiah Versi Baru Hilang, Sinyal Redenominasi Dimulai?

Rabu, 31 Agustus 2022 - 20:16 WIB
Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah nilai tukarnya. Seperti yang dijelaskan tadi, penyederhaan rupiah dilakukan dengan mengurangi tiga angka nol di belakang, contohnya Rp1.000 menjadi Rp1. Jadi kalau sekarang bisa membeli permen dengan harga Rp1.000, maka ketika dilakukan redenominasi menjadi Rp1, dan tetap bisa membeli permen yang sama.

Ada berbagai tujuan dilakukannya redenominasi rupiah, salah satunya adalah untuk menyederhanakan pecahan uang agar lebih mudah dan nyaman dalam melakuan transaksi. Sehingga tidak perlu banyak angka nol di belakang angka nominal uang.

Di sisi lain, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan bahwa hal itu sengaja dilakukan karena bank sentral mengubah sistem pengamanan uang rupiah kertas tahun emisi 2022. Menurutnya, di uang kertas tahun emisi 2022 salah satu unsur pengaman dalam uang rupiah kertas tahun emisi 2022 adalah electrotype dengan varian dari tanda air (watermark). Sementara, electrotype pada uang rupiah kertas tahun emisi sebelumnya berbentuk ornamen khas Indonesia.

"Di (uang rupiah kertas tahun emisi) 2022 electrotype berbentuk angka yang melambangkan nilai nominal. Tiga angka nol tidak dicantumkan dengan pertimbangan teknis dan untuk kemudahan identifikasi," kata Marlison.

Baca Juga: Bareskrim Dalami Penyebar Hoaks Uang Rp900 Miliar Ferdy Sambo
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!