September, Harga TBS Sawit Sulsel Naik Jadi Rp1.960 Per Kg
Selasa, 06 September 2022 - 13:50 WIB
Harga tandan buah segar (TBS) sawit Sulsel pada September 2022 dinaikkan menjadi Rp1.960 per Kg dari sebelumnya yang hanya Rp1.860 per Kg pada Agustus 2022. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
MAKASSAR - Harga tandan buah segar (TBS) sawit Sulawesi Selatan (Sulsel) pada September 2022 dinaikkan menjadi Rp1.960 per kilogram (Kg) dari sebelumnya yang hanya Rp1.860 per Kg pada Agustus 2022.
Kenaikan harga TBS sawit ini diharapkan mampu menyejahterakan para petani dan pekerja perkebunan sawit Sulsel.
Baca juga: Pemerintah Terus Dorong Pemberdayaan Petani Kelapa Sawit
Harga baru ini disepakati dalam rapat penetapan TBS sawit oleh Dinas Pertanian Luwu Utara, Pinrang, Wajo, dan Luwu Timur serta pelaku usaha perkebunan kelapa sawit di antaranya PTPN Wilayah XIV, PT Teguh Wira Pratama dan lainnya di Makassar.
Kepala Dinas Hortikultura Dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan Imran Jausi, mengatakan dengan ditetapkannya harga TBS Kelapa Sawit ini diharapkan dapat membawa keberkahan dan manfaat bagi para pelaku usaha perkebunan khususnya untuk komoditas kelapa sawit di Sulawesi Selatan.
Dia menyebut bahwa harga yang semakin meningkat dari awal Agustus 2022 hingga kini ini mengindikasikan bahwa sektor perkebunan sawit di Sulawesi Selatan semakin prospektif.
Kenaikan harga TBS sawit ini diharapkan mampu menyejahterakan para petani dan pekerja perkebunan sawit Sulsel.
Baca juga: Pemerintah Terus Dorong Pemberdayaan Petani Kelapa Sawit
Harga baru ini disepakati dalam rapat penetapan TBS sawit oleh Dinas Pertanian Luwu Utara, Pinrang, Wajo, dan Luwu Timur serta pelaku usaha perkebunan kelapa sawit di antaranya PTPN Wilayah XIV, PT Teguh Wira Pratama dan lainnya di Makassar.
Kepala Dinas Hortikultura Dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan Imran Jausi, mengatakan dengan ditetapkannya harga TBS Kelapa Sawit ini diharapkan dapat membawa keberkahan dan manfaat bagi para pelaku usaha perkebunan khususnya untuk komoditas kelapa sawit di Sulawesi Selatan.
Dia menyebut bahwa harga yang semakin meningkat dari awal Agustus 2022 hingga kini ini mengindikasikan bahwa sektor perkebunan sawit di Sulawesi Selatan semakin prospektif.
Lihat Juga :